Kurir 25 Kg Sabu Asal Malaysia Ditembak Mati BNN

Ekspose-25-Kg-Sabu-dan-Ribuan-Ekstasi-dari-Malaysia.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat bersama Kepolisian Daerah (Polda) Riau berhasil menggagalkan peredaran 25,5 kilogram (Kg) sabu-sabu dan 25 ribu butir pil ekstasi asal Malaysia. Barang haram itu dibawa oleh dua tersangka ke Riau.

Kedua tersangka adalah AR Zaini dan TM Jafaar Is, warga Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Jafar yang merupakan koordinator pengangkutan barang bukti terpaksa ditembak karena berusaha kabut saat ditangkap.

"Penangkapan dilakukan di Jalan Lintas Timur, Sumatera, Pekanbaru-Duri KM 76 Pekanbaru, Riau, pada Kamis, 5 Oktober 2017, pukul 11.30 WIB," ujar Deputi Pemberatasan BNN, Irjen Arman Depari, didampingi Kapolda Riau, Irjen Nandang, saat ekspos di Mapolda Riau, Jumat, 6 Oktober 2017.

Dijelaskannya, kedua tersangka membawa narkoba dari Aceh dengan menggunakan dua mobil Mistsubisi Pajero warna Silver dan Honda CRV warna Hitam. Selanjutnya barang haram itu dibawa ke Sumataera Utara, untuk selanjutnya ke Riau.

Baca Juga: 

Dramatis, TNI AD Tangkap Anggota Polisi Pemilik Sabu 1,5 Kg Dan Ratusan Pil Ekstasi

Dipecat Dari Kepolisian, Briptu TH Menangis

Kedua tersangka sudah terdeteksi di KM 74, Kandis. Dalam perjalanan, tersangka Jafar bertugas sebagai pengawal barang sedangkan Zaini sebagai kurir.

Ekspose 25 Kg Sabud an 25 ribu butir Pil Ekstasi

"Jafar berada di depan melakukan pengawal dengan mobil Pajera sedangkan Zaini mengendarai mobil CRV, berada di belakangnya," kata Arman.

Selama perjalanan mereka selaku berkomunikasi melalui handphone. Perjalanan mereka terhenti di KM 76, saat dihentikan oleh petugas yang sudah melakukan penyelidikan beberapa pekan sebelumnya.

Saat digeledah, petugas menemuka narkoba di dalam mobil CRV. Di antaranya, 14 bungkus di dalam speaker, dan 4 bungkus ekstasi di bawah bawah jok pengemudi.

"Saat itu, tersangka Jaafar berusaha kabur. Kita terpaksa melakukan tindakan tegas. Tersangka terluka dan dibawa dari Duri ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Di perjalanan, dia meninggal," jelas Arman.

Tim masih melakukan pengembangan terhadap distribusi barang haram tersebut. Siapa pemesan barang di Pekanbaru.

'Pastinya, barang berasal dari Malaysia masuk ke Aceh melalui laut. Selanjutnya di bawa ke Riau. Barang diedarkan di Riau, Sumatera, Jakarta dan Jawa. Kita dan Polda Riau masih mengembangkan kasus," pungkas Arman.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id