Pelayanan Buruk Alasan Transportasi Darat dan Air Ditinggal Penumpang

Suasana-di-Bandara-Sultan-Syarif-Kasim-II-Pekanbaru.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/FAKHRURRODZI)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Riau, Arlizman Agus, mengatakan, dibandingkan dari tahun ke tahun, minat masyarakat menggunakan moda transportasi darat kian tajam menurun. 

Hal serupa juga terjadi pada moda transportasi air. Penurunan penggunaan kedua moda transportasi tersebut, disebababkan oleh masifnya kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat dimiliki masyarakat. Selain itu, tak adanya pelayanan maksimal dari kedua jenis transportasi berbeda tersebut. 

"Jika dibandingkan dengan 2015 hingga 2016 lalu, terjadi penurunan 0,45 persen. Sedangkan transportasi air turunnya 8,49 persen," kata Arlisman Agus, Seni, 19 Juni 2017, di SPN Polda Riau. 
 
Baca Juga: Polda Riau Siagakan Polisi Bersenapan Di 47 Pos Saat Arus Mudik Dan Idul Fitri

Sebaliknya, berbanding terbalik jika kita berbicara pada transportasi udara kian lama semakin meningkat. Menurutnya, belum memasuki hari Raya Idul Fitri saja, lonjakan penumpang telah terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sekitar 20 persen.

"Sementara angkutan udara meningkat sekitar 20,44 persen. Tetapi ini jika dihitung dari dari kondisi lebaran saja ya," imbuhnya. 

Untuk puncak Arus Mudik tahun 2017 ini, tuturnya, diperkirakannya akan terjadi pada H-2 jatuh pada hari Jumat, 23 Juni 2017 dan berakhir H+5, merupakan puncak Arus Balik Lebaran.
 
Klik Juga: Pemudik Hati-Hati, Ini 26 Titik Rawan Kecelakaan Di Riau

"Kita sudah siap dengan arus mudik tahun ini. Segala antisipasi telah kita laksanakan untuk mendukung upaya dari kementrian yaitu zero accident," pungkasnya.