Aktual, Independen dan Terpercaya

Imam Besar Masjid Istiqlal Beberkan Cara Hindari Paham Radikal

Imam-Besar-Masjid-Istiqlal.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasarudin Umar mengingatkan kepada anak muda yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Riau untuk mengerti cara paham terorisme masuk di lingkungan kehidupan generasi muda.

Melalui berbagai cara, menurutnya, paham terorisme secara tidak langsung akan menggrogoti pola pikir anak muda Riau sehingga dampak terburuknya timbul dengan mudah.

Sebagai sosok yang berpengalaman selama berkecimpung di dunia dakwah dalam pencegahan terorisme di Indonesia, Nasarudin membeberkan beberapa cara menghindari doktrin pemahaman menyimpang ini.

"Islam itu tidak tidak memaksakan keheniak siapapun. Kita hanya memberikan informasi, dalam berdakwah ajaklah orang itu melalui hikmah dengan nasihat khasanah yang tidak mencabik-cabik perasaan orang," katanya di Rektorat Universitas Riau," Rabu, 12 April 2017.

Dalam Alquran, Islam tidak pernah sekalipun mengajarkan untuk harus memaksakan kehendak. Karena Islam, itu merupakan hidayah dari Allah pencipta alam semesta. Doktrin untuk memaksakan kehendak dengan mengatasnamakan agama menurutnya tahapan pertama paham radikal.

Baca Juga: Sapa Riau, BNPT Goes To Campus Hadirkan Mantan Napi Terorisme di UR

Kemudian hindarilah ajakan untuk berjihad yang saat ini sepertinya sudah menjadi bumbu-bumbu tersendiri dalam menyuntikkan pemahaman terorisme menuju surga-Nya.

"Jihad itu memang penting. Tetapi jihad itu selalu berada di urutan nomor dua. Pertamanya adalah hijrah," ucapnya.

Ustad ini mencontohkan upaya Nabi Muhammad Salalahualaiwasalam melakukan upaya hijrah bukan berjihad dari kota Mekkah ke kota Madinah untuk menyelamatkan peradaban umat Islam dari penindasan pada masanya.

"Nabi kita tahu, hijrah lah cara-cara yang tepat. Mundur selangkah untuk menuju kemenangan itulah pilihan Nabi kita," tegasnya.

Harapannya dengan beberapa masukan tadi, peredaran terorisme di kalangan anak muda Riau bisa dapat dihindari dan dapat dicegah penyebarannya.

"Juga untuk semua pihak jangan setiap kegiatan keagamaan di Indonesia ini dicurigai. Terlalu mencurigai umat Islam, akan memunculkan terorisme. Orang biasanya tidak pernah solat sekarang solat di waspadai, orang yang tidak pernah menutup aurat sekarang menutup aurat malah di curigai," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline