Aktual, Independen dan Terpercaya


Gubri: Sudah Saatnya Pondok Pesantren Cetak Pelaku Usaha Muda

Gubri-di-Ponpes-Al-Kautsar.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gubernur Riau, Arsyadjuliani Rachman mengatakan bahwa salah satu penyebab perbankan di Riau kesulitan menyalurkan modal bagi para pengusaha adalah minimnya basic yang dimiliki oleh masyarakat untuk mempertahankan usahanya agar tidak mudah jatuh dan gulung tikar.

Sementara, perbankan ketika menyalurkan modal usaha melalui beberapa prosedural dan persyaratan yang harus dimiliki calon pengusaha yang akan diberikan modal usaha.

Sehingga beberapa dari mereka harus gigit jari pulang dengan tangan kosong ketika perbankan menolak mentah-mentah proposal untuk pengembangan usaha mereka. Atau pun perbankkan yang menilai langsung apakah seorang pengusaha layak untuk diberikan modal.

Baca Juga: Gubri: Tabligh Akbar Sangat Penting Untuk Riau Kedepan

Hal ini terkuak ketika Andi Rachman sapaan akrab Gubri, bercerita tentang para petinggi perbankan di Riau saat Provinsi Riau tengah giat mencanangkan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kebudayaan.

"Makanya, bank-bank besar yang ada di Riau itu kesulitan menyalurkan modalnya ke masyarakat. Ini yang diungkapkan mereka, pihak bank kepada saya. Makanya, agar ekonomi Riau bertumbuh dengan baik, kita harus memunculkan pengusaha-pengusaha kecil menengah," katanya di pondok pesantren modern Al Kautsar, Jumat 7 April 2017.

Sebab itu, Andi Rachman mengajak para santri dan penghuni pondok pesantren untuk mendapatkan bantuan modal usaha karena pondok pesantren juga memiliki peluang yang sama dengan masyarakat lainnya.

Klik Juga: Gubri: Tidak Benar Jika Pemprov Riau Sudah Tak Beri Bantuan ke Rumah Ibadah

Andi Rachman menilai lulusan pondok pesantren dapat bersaing di dunia enterpreuner bersama lulusan sekolah umum lainnya dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pemondok.

"Santriwan dan santriwati yang menimba ilmu di pondok-pondok pesantren tidak kalah hebatnya dengan siswa-siswa yang dididik di sekolah-sekolah umum. Oleh karena itu saya yakin lulusan pondok pesantren juga mampu atau mempunyai kapabilitas untuk menjadi pengusaha atau usahawan," imbuhnya.

Ia juga mengharapkan kekosongan para pengusaha muda di Riau ini dapat diisi dengan maksimal agar nantinya kebiasaan-kebiasaan yang selalu diajarkan di pondok dapat tertular juga kepada pengusaha lainnya.

Lihat Juga: Waduh, Gubri Terima 500 Aduan Masyarakat Lewat SMS Center, Apa Saja?

"Sesuai dengan ajaran Islam, kalau tangan di atas itu kan lebih baik dari tangan di bawah. Biasanya pengusaha bisa melakukan hal itu," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline