Aktual, Independen dan Terpercaya

Ketika Tiga Pakar Teknologi Bicara Bahaya Hoax

Seminar-AJI.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Suwarjono, Direktur Utama Bank Riau Kepri (BRK), Irvandi Gustari dan Pendiri sekaligus CEO selasar.com, Miftah N Sabri memandang kabar bohong atau hoax dengan cara yang berbeda.

Hoax yang didasari oleh tingginya pengguna internet di dunia terkhusus di Indonesia, membuat aktivitas ini semakin menjamur dan diminati untuk dilakukan oleh pihak tertentu yang mengharapkan hasil menggiurkan.

"Hoax itu dibuat untuk mengajak sehaluan dengan dia menjadikan sebuah berita itu sebagai alat propaganda dan tidak semuanya berbau bisnis," kata Suwarjono di Pustaka Soeman H.S, Pekanbaru, Sabtu, 18 Maret 2017.

Suwarjono mengharapkan kontrol masyarakat langsung perlu dilakukan agar kabar bohong itu tidak segera cepat meluas. "Dalam konten yang bermanfaat jangan mudah kagum dan kaget dengan informasi baru. Ingat saring sebelum sharing," imbuhnya.

Baca Juga: Begini Cara Menghindari Berita Hoax

Dirut Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari menilai hoax merupakan tindakan yang tidak akan bisa dibendung. Pasalnya, setiap kepribadian manusia haus akan informasi dan menganggap diri paling tahu sehingga mustahil untuk dihilangkan.‎

"Sehingga hoax itu tidak bisa dibendung. Kita sama-sama mengetahui bahwa esensi manusia yang merasa ingin tahu dan dianggap paling tahu maka hoax itu tidak akan bisa dibendung," tegasnya.

Pendiri sekaligus CEO selasar.com berpendapat serupa namun dengan cara yang berbeda untuk menghapus maraknya peredaran berita hoax di dunia. Berpikir cerdas, bergabung dengan komunitas dan antar komunitas disertai dengan mendirikan startup, menurutnya merupakan cara yang tepat untuk membendung peredaraannya.

Klik Juga: Saham Twitter Terkerek Gara-Gara Berita Hoax

"Hoax itu tidak bisa dilawan. Mulailah mendirikan sesuatu multi disiplin karena media adalah fungsi teknologi. Buatlah platform alternatif dengan cara pendekatan multi disiplin dan lintas fakultas," imbuhnya.

Harapannya di Riau akan ada ide-ide membuat inkubasi startup sebagai sarana perlawanan terhadap hoax karena teknologi juga adalah masa depan.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline