Aktual, Independen dan Terpercaya

Di UIR, Kapolri Bakar Semangat Mahasiswa dengan Sumpah Pemuda

Jenderal-Pol-Tito1.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian menyambangi Universitas Islam Riau, Pekanbaru untuk mengisi kuliah umum, Jumat, 3 Maret 2017.

Pada kesempatan itu Tito mengajak para mahasiswa untuk tetap menjaga keutuhan dan keberagaman budaya. Menurutnya, sebagai cikal bakal pemimpin Indonesia, mahasiswa harus memiliki pemikiran intelektual tinggi untuk dapat menjalankan roda pemerintahan ke depannya.

"Satu saat kita-kita ini pasti akan lengser. Sehingga penerusnya tentu dari kalangan intelektual dan negara ini akan di tangan adik-adik semua," katanya di Universitas Islam Riau saat mengisi kuliah umum, Jumat, 3 Maret 2017.

Baca Juga: Di Depan Orang Tua, Calon Polisi Disumpah Tidak KKN

Tito membakar semangat ratusan mahasiswa dalam acara pertemuan antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-nusantara ke-IX di UIR itu dengan mengingatkan kembali sejarah lahirnya Sumpah Pemuda pada 1928.

Indonesia kala itu dijajah oleh bangsa Portugis semenjak tahun 1512 hingga berakhir pada masa kebangkitan bangsa atas kedudukan Jepang tahun 1945, menurutnya, sama-sama memiliki kepentingan untuk merdeka.

Hal itulah yang membuat keanekaragaman suku, budaya, ras dan agama tidak terelakkan lagi. Sehingga membuat persatuan dan mengecilkan segala perbedaan yang berakhir dengan kemerdekaan.

Klik Juga: Wow, Pemprov Riau Gelontorkan Miliaran Rupiah Untuk Beasiswa

"Tidak gampang menjaga persatuan yang unik ini. Kalau kita hubungan dengan negara kita dengan negara homogen lainnya ini terbukti sangatlah sulit. Kita disatukan oleh kepentingan bersama. Tahun 1928 adalah momen terpenting, sumpah pemuda yang dimulai oleh pemuda kita," tegasnya.

Namun, persatuan dan keanekaragaman itu bisa hilangkan dan pecah belahkan jika sudah terjadi dua konflik, yakni konflik internal seperti terlalu besarnya jarak antara si miskin dan si kaya dan konflik eksternal seperti perubahan politik dunia internasional.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline