Mencengangkan, Ada Korporasi Tak Berizin Tanam Sawit Jutaan Hektare di Riau

Pertemuan-Polda-Riau-dan-DPRD-Riau.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
ombudsman

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain menanggapi laporan temuan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau yang terkait masalah tata kelola perkebunan sawit di Riau.

Zulkarnain optimis dapat menuntaskan masalah yang terjadi di lapangan, seperti adanya satu perusahaan kelapa sawit yang melewati izin dan menanam sawit melebihi dua juta hektare. Dirinya mengatakan jika temuan pansus tersebut benar dan terbukti, ia siap menerjunkan pasukannya.

"Kalau dari perspektif saya sesudah mendengarkan pemaparan dari Sekretaris dari Komisi A DPRD Riau, Suhardiman Amby tadi, jujur saya terkesima. Artinya ini harus segera di selesaikan," katanya di ruangan medium DPRD Riau, Rabu, 1 Maret 2017.

Baca Juga: Komisi A DPRD Riau Beberkan Bobroknya Tata Kelola Perkebunan Di Riau

Sebelumnya, Polda Riau telah menerima dan masih menangani kasus serupa terkait 33 korporasi yang diduga telah menggarap kawasan hutan melebihi Hak Guna Usaha yang dilaporkan oleh Koalisi Rakyat Riau (KKR).

"Fokus kami tetap kepada laporan yang 33 perusahaan itu. Sementara temuan dari pansus ini juga sangat mencengangkan. Untuk mempercepat prosesnya, nanti akan kami arahkan ke Polres juga," imbuhnya.

Khusus untuk Polda Riau, Zulkarnain meminta kepada Komisi A DPRD Riau untuk mengajukan gugatan secara perdata dengan maksud agar nantinya ada pemasukan bagi negara disertai dengan memberikan maklumat kepada korporasi tersebut yang telah menyalahi aturan untuk segera angkat kaki dari tanah Riau.

Klik Juga: Harga Sawit Pekan Ini Di Angka Rp 2.037,01 Per Kg

Namun di sisi lain, hal tersebut ditentang keras oleh pihak akademis, M. Purba. Menurutnya setelah polisi membuat ultimatum atas temuan perusahaan itu, maka masyarakat akan berbondong-bondong membela korporasi itu karena lebih kurang telah berjasa kepada mereka.

Hal serupa juga dikatakan oleh salah satu lawyer yang juga akademisi, Yusuf Daeng. "ini semua tidak semudah dibayangkan. Permasalahan ini telah jauh-jauh hari telah mengakar. The money is power," ketusnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline