Aktual, Independen dan Terpercaya

Dansatgas: Masyarakat Disuruh Bakar, Perusahaan yang Kuasai Lahan

Dansatgas1.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Calon Komandan Satgas (Dansatgas) dan juga Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima, Kolonel Inf Abdul Karim yang sebentar lagi akan menjabat menegaskan kepada perusahaan untuk tidak bermain-main dalam pengelolaan hutan dan perkebunan.

Khususnya kepada perusahaan yang mengelola hutan dan kebun dengan cara membakar. Dirinya mengatakan cukup banyak dan mengetahui, bahwa perusahaan adalah pihak berperan besar sebagai penghasil kabut asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Provinsi Riau.

"Terutama kepada perusahaan yang sebelumnya pengelolaannya dilakukan dengan cara kucing-kucingan melakukan pembakaran untuk tidak lagi menjalankan aksinya," katanya di Lanud Roesmin Nurjadin, Senin, 20 Februari 2017.

Baca Juga: Titik Api Bakar Lahan Di Siak Dan Rohil

Ia menyebutkan perusahaan yang baru akan memulai usahanya di bidang perkebunan dan juga kehutanan memanfaatkan tenaga masyarakat. Masyarakat terpaksa membakar hutan dan lahan karena dituntut kebutuhan ekonomi.‎

"Masyarakat kita disuruh membakar. Setelah terjadi konflik, perusahaan itu akhirnya yang menguasai lahan. Benar apa tidak seperti itu, tolong koreksi saya," imbuhnya.

Jika ia diberi wewenang untuk memimpin, Ia mengharapkan partisipasi dan bantuan masyarakat untuk menjadi pagar hidup demi melindungi kerusakan hutan dan lahan agar tidak dibakar.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline