Aktual, Independen dan Terpercaya

KemenLHK Minta Bantuan TNI Amankan TNTN

TNTN-Terbakar.jpg
(TIMSATGAS KARHUTLA FOR RIAUONLINE.CO.ID)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kasrem 031/Wirabima Kolonel Czi I Nyoman Parwata mengatakan TNI bersedia untuk membantu pemerintah baik pusat dan daerah Riau untuk mengerahkan personelnya turun ke Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Pelalawan menjaganya dari perambahan liar masyarakat tak bertanggung jawab.

Namun Nyoman menjelaskan bahwa kesediaan dari Korem 031/ Wirabima tersebut harus terlebih dulu mendapat permintaan dari pemerintah untuk membantu tugas pemerintahan. Jika tidak, TNI tak memiliki kewenangan untuk masuk dalam urusan pemerintahan.

"Secara prosedural, tugas TNI tidak boleh mencampuri tugas pemerintahan. Namun kita memiliki tugas perbantuan yang terjadi apabila pemerintah meminta bantuan kita secara langsung," kata Nyoman, Selasa, 7 Februari 2017.

Baca Juga: Bupati Rohil Gandeng Swasta Cegah Karhutla

Mendengar keterangan langsung dari Nyoman, Sekjend Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono akan segera mengirimkan permohonan perbantuan personel TNI untuk menjaga kawasan TNTN dalam rangka upaya revitalisasi.

Bambang dalam pekan ini akan meminta persetujuan dari Menteri KLHK, Siti Nurbaya untuk memberikan keputusan untuk mengirimkan permohonan tugas perbantuan sebagai prosedur yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

"Dalam waktu seminggu ini kita akan urus suratnya semua dan akan kita kirim ke Pak Danrem atau Pak Kasrem," kata Bambang menimpali.

Klik Juga: Pangdam: Jangan Sampai Pasukan Dari Jawa Datang Tuntaskan Karhutla Di Riau

Permintaan bantuan personel ini diajukan oleh KLHK untuk menjaga TNTN, disebabkan terbatasnya personel yang dimiliki oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dalam menjaga kelestarian TNTN dari perambah liar.

Ditambah lagi TNTN memiliki akses keluar masuk yang sangat banyak sehingga perambah bisa memiliki banyak alternatif untuk masuk secara ilegal.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline