Polisi Cari Pembantu di Panti Asuhan Tunas Bangsa

Panti-Asuhan-Tunas-Bangsa.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
ombudsman

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dalam pemeriksaanya sebagai tersangka, Lili Rahmawati (50) selaku pemilik dan pengelola panti asuhan yayasan Tunas Bangsa rupanya tidak bekerja sendiri. Ada beberapa orang lagi yang membantu dirinya termasuk suami dan anaknya dalam mengasuh dan menjaga para penghuni panti. Terutama dalam hal pelayanan terhadap anak-anak yang mereka namai dengan istilah piatu dan dhuafa.

Pantauan RIAUONLINE.CO.ID, Gus Hendra alias idang (52) saat dilakukan penggerebekan oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau, Dinas Sosial Provinsi Riau dan Polresta Pekanbaru, Jumat, 27 Januari 2016, tampak mengaku-ngaku sebagai pekerja. Bukan selaku suami dari pemilik yayasan, Lili.

"Menurut pengakuan Ibu Lili, dirinya selaku pemilik Yayasan juga merangkap sebagai pengasuh. Gus Hendra alias Idang bekerja sebagai pengasuh. Juga ada anak mereka berdua yakni A dan satu lagi Siti Aisah," kata Kasubnit II Idik VI Sat Reskrim Polresta Pekanbaru dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru, Ipda Mimi Wira Swarta,"Selasa, 31 Januari 2017.

Baca Juga: Kasus Yayasan Tunas Bangsa, Kak Seto: Kita Akan Temui Kemensos

Tambahnya anak mereka yang berinisial A bekerja sebagai guru mengaji serta guru agama bagi anak-anak yang berada di panti tersebut. Sedangkan Siti Aisyah ditugaskan oleh Lili sebagai pembantu panti tersebut.

"Untuk Siti kebanyakan disuruh tanpa imbalan. Asalkan ada tempat tidur Siti mau bekerja. Seperti misalnya mencuci baju, memasak bahkan untuk meminta-minta sumbangan yang dilakukannya di KM 20 Kec. Tenayan Raya," imbuhnya.

Sementara untuk keberadaannya, Polisi sampai saat ini masih terus mencari keberadaan wanita yang satu ini. Mengingat dirinya juga pernah mengalami gangguan jiwa dan pernah merasakan tinggal di panti dan mau disuruh-suruh oleh Lili, sang pemilik yayasan.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline