Trump Larang Warga dari 7 Negara Muslim Ini Masuk AS

Trump-Presiden-AS-terpilih.jpg
(AP)

RIAU ONLINE - Keputusan kontroversial mengenai pengungsi dan para pengunjung dari negara-negara mayoritas Muslim telah ditandatangani Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perintah ini membatasi masuknya pengunjung dari Suriah dan enam negara mayoritas muslim lainnya selama 90 hari.

Gedung Putih menyebutkan keenam negara tersebut adalah Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman. Setidaknya, selama 90 hari ini, pemerintah AS akan membatasi pemberian visa bagi warga dari Suriah dan enam negara tersebut.

Dilansir dari detikcom, laporan AFP menyebutkan Trump telah mengatakan bahwa dirinya tengah mengambil langkah-langkah pemeriksaan baru untuk membuat para teroris Islam radikal menjauh dari AS.

Baca Juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Trump Usir Muslim Dari Amerika Serikat

"Saya tidak menginginkan mereka di sini. Kami hanya ingin menerima mereka yang akan mendukung negara kita dan yang sangat mencintai rakyat kita," kata Trump di Pentagon.

Langkah Trump ini dinilai diskriminasi dan menuai kecaman dari kelompok-kelompok hak-hak sipil. Langkah ini akan menyebabkan para pengungsi terlantar dari tempat-tempat berbahaya dan akan merusak reputasi AS sebagai tanah yang menyambut para imigran.

Keputusan Trump ini langsung berdampak. Hal ini menimbulkan kekacauan bagai warga Arab-Amerika yang anggota keluarganya berencana akan pergi ke AS. Abed A. Ayoub, direktur kebijakan dan legal Komite Antidiskriminasi Arab-Amerika mengatakan, perintah Trump itu akan berdampak pada para pemegang kartu hijau yang bepergian, mahasiswa dan orang-orang yang datang ke AS untuk berobat dan lainnya.

Klik Juga: Inilah 5 Negara Yang Paling Nantikan Trump Jadi Presiden AS

Langkah Trump juga mendapat kecaman dari Partai Demokrat, kelompok-kelompok HAM dan kemanusiaan. "Air mata mengalir ke pipi Patung Liberty malam ini karena tradisi hebat Amerika, menyambut para imigran yang telah ada sejak Amerika berdiri, telah diinjak-injak," cetus Senator Chuck Schumer dari Partai Demokrat.

Menurutnya, menerima para imigran dan pengungsi bukan hanya mengenai kemanusiaan, namun juga telah meningkatkan perekonomian AS dan menciptakan lapangan kerja selama beberapa dekade. "Ini salah satu perintah eksekutif paling mundur dan buruk yang telah dikeluarkan presiden," katanya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline