Aktual, Independen dan Terpercaya


Surat dari Indonesia untuk Donald Trump

Trump1.jpg
(CNN)
ombudsman

RIAU ONLINE - Sebuah surat terbuka dibuat oleh mantan Duta Besar Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal, yang menggagas Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI).

Dino mengatakan Amerika Serikat masih memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian dan kesejahteraan dunia. Sebab itu, Washington tidak bisa melakukan segalanya secara unilateral dan bersikap mementingkan diri sendiri.

"Dunia masih membutuhkan kepemimpinan AS yang positif karena mereka memiliki banyak sumber dan pengaruh kritikal yang penting untuk menjaga planet ini," ujar Dino membacakan surat terbukanya kepada Presiden terpilih AS Donald Trump di Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat, 20 Januari 2017.

Dino menilai kepemimpinan AS bisa membantu mengentaskan kemiskinan global, penyelesaian konflik dan mengatur globalisasi. Tapi, menurutnya, kepemimpinan seperti ini tidak bisa diperoleh secara otomatis dan tidak bisa dicapai jika AS hanya menang sendiri.

Baca Juga: Inilah 5 Negara Yang Paling Nantikan Trump Jadi Presiden AS

Melalui surat terbukanya itu, Dino meminta Trump yang akan resmi dilantik hari ini, Jumat, 20 Januari 2017, harus tetap menjaga komitmen negara terhadap dunia internasional. Di antaranya mengenai pendirian AS dalam konflik Israel-Palestina, kerja sama ekonomi kawasan Asia Pasifik, keamanan global, dan juga perubahan iklim.

Pasalnya, selama masa kampanye, Trump dikenal dengan sejumlah janji dan retorika yang terkesan skeptis dan tertutup pada globalisasi. Seperti keinginannya membatasi imigran masuk ke AS, pendangan negatif tentang dunia Islam dan konsep perdagangan bebas, khususnya dengan China yang dianggap banyak merugikan Negeri Paman Sam.

Pernyataan Trump menimbulkan kekhawatiran bahwa jika Trump jadi Presiden, AS akan menerapkan kebijakan yang lebih tertutup dan kurang memperhatikan kepentingan internasional secara keseluruhan.

"Kami tahu, Trump ingin membuat 'Amerika besar kembali' dan membuat Amerika 'menang, menang, dan menang'. Kami tahu, Trump selalu ingin menang [karena dia seorang pengusaha]. Itu sudah tertanam dalam DNA-nya," ucap Dino.

Klik Juga: Inilah Kekhawatiran Dunia Terhadap Kemenangan Trump Pada Pilpres Amerika S

"Tapi karena saat ini Trump menjadi Presiden AS, kami harap ia cukup mengerti bahwa Amerika tidak bisa menang sendiri. Seluruh dunia di abad 21 ini juga harus menang dan ini hanya bisa terjadi dengan model yang saling mengutungkan," lanjutnya.

Sehari menjelang Trump dilantik secara resmi sebagai presiden, sejumlah warga Amerika, bahkan komunitas global, masih merasa khawatir akan nasib negara tersebut di tangan sang konlomerat.

Menurut sejumlah laporan, kemenangan Trump telah meningkatkan diskriminasi di negara itu, khususnya pada kaum minoritas seperti imigran.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline