Aktual, Independen dan Terpercaya

Banyak Pengaduan di Ombudsman Tak Selesai

Kepala-Perwakilan-Ombudsman-Riau-Ahmad-Fitri.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/FAKHRUR RODZI)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ombudsman Perwakilan Provinsi Riau mencatat ada 203 pengaduan masyarakat pada Ombudsman atas dugaan malpraktik pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara maupun pemerintahan di Riau.

Dari jumlah tersebut, 128 laporan diantaranya telah selesai ditangani. Sedangkan sisanya sebanyak 75 laporan masih dalam proses penyelesaian. Baik dalam proses pengumpulan alat bukti maupun yang tengah menunggu tanggapan penyelenggara negara.

"Sisanya masih menunggu prosesnya. Alasan mengapa tak semua bisa kita selesaikan karena tak semua laporan yang masuk itu langsung bisa ditindaklanjuti," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Riau, Ahmad Fitri, Kamis, 19 Januari 2017.

Baca Juga: Anda Punya Keluhan Seputar Pelayanan Publik? Laporkan Saja Di Sini

Selain itu, alasan kurangnya asisten ombudsman yang ada di Riau juga menjadi alasan lambatnya penanganan pengaduan masyarakat yang masuk.

Hingga tahun 2016 lalu, hanya ada 5 orang asisten Ombudsman Riau yang menangani kasus pengaduan masyarakat se-Provinsi Riau. Sedangkan awal mula terbentuknya Ombudsman ada 3 orang asisten saja pada tahun 2012 hingga 2015 lalu.

"Untungnya tahun ini ada penambahan lima asisten baru yang ditambah melalui rekrutmen terbuka. Harapan kita, ini bisa menambah kemampuan kita untuk mempercepat penyelesaian masalah pengaduan pelayanan publik dari masyarakat," ujar Ahmad.

Klik Juga: Ombudsman: Pejabat Di Riau Masih Terima Pungli Dan Maladministrasi

Tahun 2016 merupakan tahun paling banyak kasus belum terselesaikan oleh ombudsman. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah kasus yang tak selesai hanya kurang dari 10 persen saja. Padahal setiap tahun, jumlah laporan pengaduan cenderung tak jauh rentang jumlahnya.

Tahun 2013 dengan jumlah pengaduan 162 hanya 2 laporan saja pengaduan yang tak selesai. Kemudian tahun 2014 jumlah pengaduan ada 246 dengan sisa kasus tak selesai sebanyak 21.

"Tahun 2015 jumlah pengaduan ada 201 dengan sisa kasus sebanyak 19 kasus saja," tandas Ahmad.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline