Kolam Renang Kalinjuhang, Dibuang dan Dilupakan

Kalinjuhang.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)
ombudsman

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kondisi kolam renang Kalinjuhang yang dulunya sempat menjadi tempat favorit keluarga dan pelajar, kini terlihat hancur berantakan sebab tak terurus dan dijaga. Kolam renang ini tampak seperti bangunan tua yang sudah lama ditinggalkan pemiliknya.

Kolam Renang Kalinjuhang ini masuk dalam kawasan Masjid Agung An-Nur Pekanbaru yang berada di sudut depan masjid. Dari depan, bangunan yang menjadi tempat masuk, registrasi hingga kamar ganti sudah hancur tak beratap. Tak ada bekas atap di sekitarnya sehingga dicurigai atap bangunan ini diambil oleh orang.

Dari depan juga rerumputan sudah mulai rata mengelilingi seluruh gedung sehingga makin tampak kesan angker dan seram. Beberapa rerumputan bahkan telah meninggi hingga seukuran orang dewasa.

"Saya tak tahu kalau dulunya di dalam masjid ini ada kolam renangnya," kata seorang mahasiswa bernama Rudi yang tengah melakukan lari pagi di sekitaran kompleks masjid, Senin, 16 Januari 2017.

Baca Juga: Danau Bandar Kayangan, Apa Kabarmu?

Selanjutnya melihat kondisi kolam yang ada di bagian dalam, keadaannya tak lebih baik. Kolam yang berjumlah dua kolam ini dengan kedalaman dua meter terlihat keruh berlumut hijau serta mengapung banyak sampah. Tak hanya sampah daun, sampah plastik, kayu, kaleng bahkan botol minuman keras juga ada di dalam kolam.

Beberapa pohon juga sudah tampak besar yang tumbuh dari bawah keramik bangunan tersebut. Semak belukar juga melebat dan tinggi sehingga sulit untuk melihat kondisi kolam yang berada di sisi sebelahnya.

"Sudah beberapa tahun lalu ditutup. Tapi tak tahu kenapa ditutup," kata Yudi, salah seorang satpam masjid.

Dulunya, kolam renang Kalinjuhang ini sempat digunakan sebagai venue polo air pada PON Riau pada September 2012 lalu. Tak hanya itu, banyak juga pelajar yang memanfaatkan kolam renang Kalinjuhang sebagai tempat praktik olah raga dan kegiatan ekstrakulikuler.

Klik Juga: Miris, Habiskan Rp18 M, Gedung LAM Pekanbaru Mirip Kolam Ikan

"Saya dulu pernah praktik olah raga di sini waktu sekolah. Airnya bersih, tempatnya juga dirawat. Sayang sekali sekarang malah jadi seperti itu," lanjutnya.

Menurut kabar yang beredar, Kalinjuhang ditutup disebabkan keberatan yang diajukan oleh pengelola masjid dan para jamaah masjid yang menilai lokasi kolam renang yang berada dalam masjid dianggap tak etis dan melanggar norma kesopanan.

"Beberapa tahun lalu, kita pengelola minta kepada Pemko Pekanbaru untuk memindahkan kolam renang tersebut keluar dari masjid karena tak elok dilihat masyarakat," terang salah seorang pengelola masjid yang tak mau menyebutkan nama.

Usai ditutup, nyatanya Pemko Pekanbaru tak menyediakan lokasi baru pengganti Kalinjuhang sehingga banyak para pelanggan kehilangan tempat berlatih, termasuk para atlet renang.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline