Aktual, Independen dan Terpercaya

Kekhawatiran Danrem Soal Sekat Kanal Rusak Terjadi

Presiden-Jokowi-Tinjau-Lahan-Terbakar.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDI FEBRIYANTO)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, KAMPAR - Kekhawatiran Komandan Korem 031/ Wirabima, Brigjend TNI Nurendi tentang kondisi sekat kanal dan embung yang terindikasi banyak dirusak oleh masyarakat tak bertanggung jawab terbukti.

Beberapa sekat kanal yang ada di lahan masyarakat Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang mengalami kerusakan sebagian akibat dibongkar oleh masyarakat yang diduga pemilik perkebunan nanas yang mayoritas jadi varietas tanaman kebun masyarakat di sana.

Salah satu sekat kanal yang dibongkar ada di sisi seberang embung yang pada tahun 2015 lalu ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dibongkarnya sebagian tumpukan karung pasir di kanal tersebut membuat permukaan tanah paling atas hingga sekitar 50 cm ke bawah menjadi kering.

Baca Juga: Apa Kabar Embung Yang Dikawal Pembuatannya Oleh Jokowi Di Rimbo Panjang?

Ketika ditanya kepada beberapa warga yang bermukim di sana, mereka mengaku tak mengetahui sejak kapan sekat kanal tersebut dibongkar. "Kita tak tahu itu," kata salah seorang warga namun tak mau menyebutkan namanya, Jumat, 13 Januari 2017.

Sekat kanal yang dibongkar tersebut berada tepat di muka rumah salah seorang penduduk yang juga memanfaatkan lahan sekitar kanal tersebut sebagai kebun nanas. Namun ketika hendak meminta keterangan pada penunggu rumah tersebut, rumah tersebut kosong.

Lokasi lain ada di sekitar sumur bor sintesis yang dikelola masyarakat sadar api Desa Rimbo Panjang. Dari kantor desa menuju lokasi tersebut jaraknya sekitar 3 kilometer lalu masuk ke dalam sejauh satu kilometer.

Klik Juga: 50 Unit Sumur Bor Akan Dibangun Di Rimbo Panjang

Sekat kanal di sana juga ada beberapa yang tak berfungsi dengan baik. Keterangan salah seorang penjual nanas pinggir jalan lintas Pekanbaru-Bukit Tinggi, lahan yang ditanami nanas tak bisa terlalu banyak berair dan basah.

"Kalau basah dan lembab, bisa busuk. Makanya lahannya harus kering. Lagian kalau lahannya basah, rasa buah nanasnya lebih hambar dan tak enak. Hilang pembeli nanti," kata Ira, seorang penjual nanas.

Hingga kini, RIAUONLINE.CO.ID belum berkesempatan meminta keterangan dari pengurus Masyarakat Sadar Api Rimbo Panjang yang kabarnya mendapat anggaran bantuan untuk menjaga dan merawat sekat kanal, embung dan sumur bor. Juga melakukan patroli terhadap lahan masyarakat supaya tak terbakar.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline