Aktual, Independen dan Terpercaya


Klaim Kesehatan BPJS Riau Capai Rp1,3 Triliun Tahun 2016

Peserta-BPJS-Kesehatan.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/YOLA RISTANIA VIDIANI)
ombudsman

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Divisi Regional II mencatat nilai klaim pelayanan kesehatan ke BPJS pada tahun 2016 ini mencapai Rp1,3 triliun. Nilai tersebut terhitung hingga November saja.

 

Kepala BPJS Regional II, Hidayat Sumintapura mengatakan nilai klaim layanan kesehatan di Riau merupakan nilai paling tinggi jika dibandingkan Jambi, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat yang masih satu regional.

 

"Faktornya karena jumlah peserta BPJS di Riau ini lebih besar dibandingkan tiga daerah lainnya. Dan nilai itu belum masuk bulan Desember yang masih kita hitung," kata Hidayat ketika di Pekanbaru, Selasa, 27 Desember 2016.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Target 8 Juta Tukang Bangunan Jadi Peserta

 

BPJS nasional memprediksi pada 2016 ini besaran iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan lebih rendah dibandingkan dengan biaya kesehatan yang dikeluarkan. Akibatnya, pendanaan Jaminan Kesehatan Nasional 2016 berpotensi defisit Rp 7 triliun.

 

Meski ada potensi defisit Rp 7 triliun, pemerintah telah mengalokasikan dana cadangan Rp 6,8 triliun untuk menutup defisit. ”Komitmen pemerintah agar JKN berlanjut tinggi,” ujar Direktur BPJS Kesehatan Fachmi Idris

 

Untuk mengantisipasi kolapsnya pendanaan program, keikutsertaan peserta pekerja formal akan lebih ditingkatkan.

Klik Juga: Gampang Cairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan. Ini Prosedurnya

 

Peserta pekerja formal yang umumnya sehat, produktif, dan berpenghasilan stabil berkontribusi positif menjamin keberlanjutan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Harapannya, prinsip gotong royong lebih terasa.

 

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Mundiharno menambahkan, sebenarnya potensi defisit BPJS Kesehatan 2016 mencapai Rp 9,2 triliun. Namun, adanya penyesuaian atau kenaikan iuran peserta mandiri sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2016 diproyeksi memberikan tambahan pendapatan Rp 2,19 triliun. Dengan demikian, potensi defisit yang tersisa sekitar Rp 7 triliun.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline