Aktual, Independen dan Terpercaya

ISIS Tawarkan 1 Juta Dolar AS Bagi yang Bisa Bunuh Gadis Ini

Joana-Palani-Gadis-Incaran-ISIS.jpg
(INDEPENDENT.CO.UK)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE - Kelompok ekstremis ISIS mengelar sayembara berhadiah 1 juta dolar AS bagi siapa saja yang berhasil membunuh seorang perempuan Kurdi-Denmark yang putus kuliah pada tahun 2014, untuk melawan ISIS di Suriah dan Irak tersebut.

 

Joana Palani, perempuan yang tengah menjadi incaran ISIS tersebut tengah berada di balik jeruji besi menunggu persidangannya di pengadilan Kopenhagen atas pelanggaran larangan perjalanan ke Suriah yang diberlakukan Denmark.

 

Ironisnya, jika perempuan 23 tahun itu terbukti bersalah ia akan mengahadapi hingga dua tahun penjara di bawah Undang-Undang yang baru dirancang negeri asalnya untuk membendung aliran pejuang ISIS dari Denmark menuju Timur Tengah.

Baca Juga: Mantan Pejuang ISIS: 4 Bulan Saya Hidup di Neraka

 

"Bagaimana saya bisa menimbulkan ancaman bagi Denmark dan negara-negara lain dengan menjadi seorang prajurit dalam tentara resmi yang Denmark latih dan mendukung langsung dalam memerangi ISIS," tulis Joana di akun Facebook-nya tak lama setelah paspornya disita, seperti dikutip dari Independent, Rabu, 21 Desember 2016.

 

Joana kerap dianggap sebagai ancaman paling berbahaya secara online dan offline. Untuk itu, ISIS menawarkan imbalan sejumlah uang untuk kematian Joana melalui media sosial dalam beberapa bahasa yang berbeda selama akhir pekan.

 

Joana memiliki keluarga yang berasal dari Kurdistan, Iran. Ia lahir di sebuah kamp pengungsian di Ramadi Irak saat Perang Teluk pertama. Ketika ia masih kecil, keluarganya berhasil memenangkan suaka di Denmark.

Klik Juga: Sadis, Wanita Ini Mengaku Penggal dan Masak Kepala Militan ISIS

 

Ia memutuskan untuk berhenti mengejar gelar di bidang politik untuk bergabung dengan revolusi Kurdi memerangi ISIS, setelah kelompok ektresmis itu bangkit sejak 2014 lalu. Joana berjuang bersama Unit Kurdi Rakyat Perlindungan (YPG) di Suriah Utara dan pasukan Peshmerga di Irak.

 

Melalui postingan di Facebok, Joana mengaku terinspirasi untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan demokrasi. "Untuk nilai-nilai Eropa yang saya pelajari sebagai seorang gadis Denmark," tulisnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline