Gawat, Riau Jadi Daerah Target Pekerja Asing, DPR RI: Awasi

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Komisi VI DPR RI meminta Pemerintah Provinsi Riau mengawasi masuknya tenaga kerja asing agar persaingan tenaga kerja dan ekonomi dapat terkendali. Terutama tenaga kerja asing yang sebagian besar kini banyak masuk dari Tiongkok.

 

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Muhammad Haikal mengatakan pemerintah daerah harus mampu mengawasi mulai dari masuknya tenaga kerja asing hingga mereka bekerja.

 

“Jangan sampai pihak asing yang justru mendapatkan keuntungan. Hal ini perlu pengawasan dari setiap pemerintah daerah. Masuknya tenaga kerja asing harus menjadi perhatian khusus,” katanya saat berada di Pekanbaru, Senin, 19 Desember 2016.

 

Haikal mengatakan pemerintah yang menetapkan bebas visa untuk masuk ke Indonesia menjadi manipulasi tenaga kerja asing untuk masuk ke Indonesia. Angka tenaga kerja asing dinilai akan meningkat drastis.

Baca Juga: Ribuan Buruh Migas di Riau Terancam Menganggur

 

Dari data Kementerian Tenaga Kerja, rata-rata tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia mencapai 70 orang per tahun. Data terakhir, Kementerian mencatat 43.186 tenaga kera asing masuk ke Indonesia pada Semester I/2016.

 

"Peningkatan tenaga kerja asing yang tak diimbangi dengan jumlah tenaga kerja lokal bisa berakibat pada peningkatan jumlah pengangguran di angkatan kerja kita. Ini yang harus diantisipasi oleh daerah," jelas Haikal.

 

Salah satu daerah yang dinilai menjadi daerah yang diminati tenaga kerja asing tersebut adalah Provinsi Riau yang merupakan daerah sentra industri minyak bumi dan kelapa sawit terbesar di Indonesia.

 

Pemerintah setempat akan memperketat masuknya tenaga kerja asing tersebut, meski pemerintah belum mengkhawatirkan hal tersebut. Karena hingga saat ini, tenaga kerja asing masih belum banyak masuk ke daerah itu.

Klik Juga: Sikap Malaysia Berubah Terkait TKI Ilegal, Ini Sebabnya

 

“Tentu, akan kita perketat masuknya tenaga kerja asing ini, karena tingkat penggangguran Riau masih tinggi, sekitar delapan persen,” kata Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

 

Menurut Arsyadjuliandi Rachman sendiri, dari pantauan langsung yang ia lakukan bersama Menteri ESDM, Ignasius Jonan pada pembangunan PLTU Tenayan Raya, di Pekanbaru membenarkan adanya tenaga kerja asing yang bekerja disana.

 

"Memang ada beberapa pekerja asal Tiongkok di sana, tapi tak banyak," ujarnya.

Lihat Juga: Pelatihan di BLK, Antara Ada dan Tiada Diketahui Masyarakat

 

Riau saat ini tengah mengembangkan tiga kawasan industri,yaitu Kawasan Industri Dumai, Kawasan Industri Tanjung Buton dan Kawasan Industri Kuala Enok. Pengembangan difokuskan untuk membangun industri hilir sektor migas dan sawit yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

 

Pemprov Riau juga tengah memfokuskan program pariwisata untuk meningkatkan kinerja sektor UMKM yang dimanfaatkan oleh masyarakat kecil. “Hal ini juga berguna agar tenaga kerja kita tidak kalah dengan tenaga kerja asing yang kan masuk, nanti,” kata politisi Partai Golkar ini.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline