Aktual, Independen dan Terpercaya

Festival Industri Kreatif Diikuti 100 Pelaku Usaha

Festival-Industri-Kreatif-Antara-BI.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lembaga Kantor Berita Negara Antara Biro Riau bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Riau menyelenggarakan Festival Industri Kreatif Riau 2016, hari ini, Sabtu, 17 Desember 2016, di halaman Kantor BI Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru.

 

Festival ini menampilkan seminar berupa testimoni dari Bank Indonesia (BI), Perbankan, dan beberapa pelaku industri kreatif bertempat di Lantai III Gedung BI Riau mulai pukul 08.00 WIB. Kemudian akan ada pameran sekitar 100 subsektor industri kreatif, di Pelataran Parkir BI Riau.

 

"Antara merasa terpanggil menjadikan usaha kreatif bisa berkembang seperti pelaku usaha menengah dan besar. Ini kami lakukan dengan memberikan pemahaman dan wawasan dalam berusaha disampaikan pelaku usaha, perbankan dan pakar ahli di bidangnya," kata Kepala LKBN Antara Biro Riau, Maswandi. 

 

Ia mengatakan, Festival Industri Kreatif Riau (FIKR) 2016 merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun Ke-79 Antara jatuh pada 13 Desember 2016 lalu. Sebelumnya, Rabu lalu, sudah digelar juga kegiatan donor darah di Kantor LKBN Antara Biro Riau, Jalan Sumatera, Pekanbaru.

 

Baca Juga: Siang Bolong Rp 530 Juta Raib Usai Toko Mas Digondol Rampok Bersenpi

 

Dengan adanya festival industri kreatif yang pertama di Riau ini, diharapkan ada manfaat besar didapatkan pelaku usaha. Maswandi menjelaskan, dalam festival ini dipertemukan tiga komponen bersinergi, antara lain pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah sebagai regulator.

 

"Hasil festival nanti akan dievaluasi, jika manfaatnya besar Insya Allah akan dilaksanakan lagi sehingga ajang ini bukan hanya sekali ini saja," tuturnya. 

 

Sementara itu, Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau, Ismet Inono, mendukung penuh terhadap festival ini karena industri kreatif bisa jadi alternatif penggerak perekonomian Riau ke depan, di tengah lesunya harga komoditas minyak dan gas bumi serta kelapa sawit.

 

Ismet mengatakan, semua pihak harus mencoba menaruh harapan pada alternatif bisnis lain yang bisa menggairahkan perekonomian, yaitu industri kreatif. "Riau bisa memanfaatkan sektor-sektor lain sebagai sumber pertumbuhan di daerah. Sekarang terbuka peluang industri kreatif bisa (menopang) pariwisata, jasa dan lainnya," pungkasnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia FIKR 2016, Vera Luciana, mengatakan, akan ada 100 peserta Festival Industri Kreatif, terdiri dari 85 stand dan sisanya merupakan penampilan.

 

"Panitia sudah melakukan Technical Meeting. Jadi untuk festival ini, panitia mengundang semua masyarakat di Riau untuk hadir, gratis," katanya.

 

Berdasarkan data panitia, sudah terdaftar 32 usaha kreatif sektor kriya atau kerajinan tangan. Kerajinan ini mulai dari hasil olahan Gaharu, tas, dompet, aksesoris, pin, boneka, sepatu, hiasan dinding, alat musik, dan miniatur. Kemudian ada 25 usaha kuliner terdiri makanan khas daerah maupun modern, dari makanan pokok hingga cemilan unik dalam penyajian maupun kemasan.

 

Selanjutnya, ada 14 usaha Fashion dan Clothing bernuansa Batik Riau maupun kaos berbagai karakter hingga kosmetik. Lalu ada 8 usaha Desain Komunikasi Visual, dan beberapa stand Musik, Aplikasi dan Games.

 

"Ada juga penampilan Teater, Peragaan Busana, Pertunjukan Musik, serta pemutaran Video dan Film karya Anak Riau," tuturnya. 

 

Festival ini dibuka Plt Wali Kota Pekanbaru, Edward Sanger, dan dihadiri Kepala BI Perwakilan Riau, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Riau, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, serta Kepala Cabang Perbankan di Riau.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline