Ketika Pasukan Marinir Indonesia Hadapi Serangan Kalajengking

Pasukan-Marinir-Indonesia.jpg
(INSTAGRAM MATAPADI)

RIAU ONLINE - Operasi militer tak jarang diwarnai peristiwa-peristiwa konyol bahkan menggelikan. Terkadang, musuh yang dihadapi tidak hanya para serdadu yang bergerak cepat, mengepung, menyergap lalu menghilang. Seperti yang dialami pasukan marinir saat Operasi Seroja di Timor Timur.

 

Kala itu 22 November 1975, sejumlah truk angkut personel Unimog beriringan bergerak meninggalkan garis persiapan di Palaka menuju Atabae. Iring-iringan itu bergerak masuk melewati hutan palem dengan kondisi jalan yang terjal, berbatu dan sempit.

 

Kemudian, segera memasuki hutan bambu yang tak lazim. Pohon bambu itu dihiasi kantung-kantung dari daun bambu menyerupai sarang burung manyar. Tak disangka, helm para marinir menyenggol kantung-kantung itu. Keluarlah serangga dengan bisa mematikan dari kantung-kantung itu, kalajengking putih.

Baca Juga: Sang Komandan Muda Sanali: Ya Akulah Polisi Indonesia, Tembaklah

 

Kalajengking menyebar, merayap pada seragam, ransel dan lantai panser atau truk. Kalajengking seakan mengambil posisi siap tempur dengan kedua capit dan ekor yang diangkat. Kepanikan segera menyergap para prajurit itu, kewaspadaan akan serangan musuh berganti dengan kegaduhan ulah kalajengking itu.

 

Suara tembakan berganti dengan injakan, tusukan sangkur dan hentakan popor senapan, seperti dilansir dari Instagram MataPadi. Cukup lama para Marinir itu menghadapi gempuran kalajengking putih yang mematikan itu. Hingga akhirnya kondisi kembali aman setelah iring-iringan keluar hutan bambu itu.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline