Aktual, Independen dan Terpercaya


Miris, Habiskan Rp18 M, Gedung LAM Pekanbaru Mirip Kolam Ikan

Basement-Gadung-LAM.jpg
RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO
Basement Gadung LAM yang digenangi air. Rabu, 14 Desember 2016

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru yang terletak di Jalan Senapelan terlihat megah namun tampak tak terurus sedikitpun. Padahal, pengerjaan gedung ini telah rampung sejak 2011 lalu.

 

Pengerjaan telah lama selesai, telah 5 tahun lalu. Tapi hingga kini, tak diketahui alasan yang jelas mengapa gedung kebesaran adat melayu ini tak kunjung ditempati dan digunakan untuk berembuk adat.

 

Yanti, seorang warga Kecamatan Senapelan mengaku prihatin atas kepedulian pemerintah pada gedung LAM tersebut. Semuanya masih tampak baru, tapi sudah lapuk.

 

"Hampir tiap hari lewat sini. Tapi tak pernah dipakai. Cuma dibiarkan selesai saja. Seingat saya juga selesainya juga sudah lama. Lebih dari setahun lalu lah," ujar Yanti kepada RIAUONLINE.CO.ID.

 

Pintu pagar gedung ini sudah tampak telah lama digembok dan tak ada bekas manusia beraktivitas di dalam sejak lama. Dari luar, tampak plafon pelataran depan kosong tak terpasang.

 

Bagian lain depan gedung, terdapat pula beberapa bagian plafon yang sudah terpasang namun hancur dan berlubang karena tak dipasang dengan baik atau dimakan usia.

 

Kondisi Gedung LAM Riau memprihatinkan (RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)

 

Mirisnya lagi, bagian basement gedung LAM Pekanbaru juga terlihat digenangi air setinggi betis kaki orang dewasa. Bagian basement ini juga tampak gelap tanpa penerangan.

 

Basement yang seharusnya menjadi bagian yang dijadikan lahan parkir, bagi Yanti dan sebagian warga lainnya sudah seperti kolam ikan.

 

"Itu tinggal diisi ikan saja. Sudah lama kok seperti itu. Kelihatannya memang tak ada saluran pembuangan," ujar Yanti.

 

Gedung LAM Pekanbaru dibangun sejak tahun 2009 lalu dengan penganggaran tahun jamak selama tiga tahun. Artinya, gedung ini baru selesai setelah tiga tahun pengerjaan. Pembangunannya pun tak memakan biaya yang sedikit. Sekitar Rp18 miliar.

 

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, M Noer mengatakan alasan tak ditempati adalah karena masih perlu adanya perbaikan pada beberapa bagian karena sudah lama tak dipakai.

 

"Pak Plt Walikota sudah perintahkan pada Dinas PU Ciptada untuk memperbaiki bagian yang harus diperbaiki baru bisa ditempati," tandas M Noer.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline