Tiga Produk Andalan Tiap Kabupaten dan Kota Solusi Bersaing Pelaku UMKM

Olahan-Sagu.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Riau sejatinya harus mampu bersaing dengan produk serupa dari provinsi lainnya serta luar negeri. Namun, sayangnya, potensi tersebut belum tergarap dengan maksimal oleh pelaku UMKM dan bantuan bimbingan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. 

 

Untuk mewujudkan daya saing tersebut, Pemprov Riau melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) harus membuat sebuah terobosan. Langkah ini dilakukan bisa dalam bentuk fokus ke produk-produk mana yang mampu bersaing dengan produk sejenis di pangsa pasar. 

 

Apalagi, produk sejenis dengan harga lebih murah serta kualitas tak jauh berbeda dengan dihasilkan pelaku UMKM di Riau, menjadi alasan bagi pelanggan untuk membelinya. Terutama sekali dengan diberlakukannya pasar bebas Asia Tenggara (MEA), membuka peluang produk luar negeri membanjiri Riau. 

 


Penyebabnya, karena produk yang dihasilkan UKM di Riau belum dikemas dengan baik dan kemasannya belum ”menjual” terutama jika dibandingkan dengan produk-produk serupa dari luar negeri. Kemasan produk UKM di Riau masih memerlukan sentuhan lebih menarik lagi, sehingga masyarakat sebagai pembeli dapat tertarik dengan tujuan dapat menggerakkan roda perekonomian.

 

"Masih banyak kelemahan produk kita. Kemasan, misalnya, kurang menarik sehingga belum menjual. Packaging ini harus dibenahi," kata Kadisperindag Provinsi Riau, M Firdaus, beberapa waktu lalu.

 

Rekor MURI Sagu

Riau terima Rekor MURI Sagu tebanyak, Selasa, 25 Oktober 2016

 

Memang, tutur Firdaus, kelemahan ini di Riau kontennya belum kelihatan. Seperti misalnya produk kacang, berapa proteinnya, berapa kandungan dan bentuk kemasannya belum menjual. Sementara untuk rasa produk Riau tak kalah bersaing dan dinilai lebih baik.

 

Pengemasan, higienitas serta layak konsumsi atau tidak, berikut ketahanan produk, mendesak untuk dibenahi. Sehingga daya tahan dan kemasan produk dapat menarik perhatian konsumen. Karena bagaimanapun dari segi harga sebenarnya produk Riau masih bisa bersaing.

 

"Kami akan terus mengupayakan perbaikan ini, terutama pengemasan harus lebih ditingkatkan. Setelah mengikuti pameran di sana, kita belajar dari negara tetangga yang ikut serta," imbuhnya.

 

Mengenai tiap daerah kabupaten dan kota di Riau harus memiliki produk unggulan, disambut antusias oleh Gubernur Riau, Arsyadjualiandi Rachman. Ia memberikan contoh, Kabupaten Kepulauan Meranti, memiliki produk berbahan sagu. Bahkan makanan berbahahan sagu dari daerah otonomi termuda tersebut memiliki ratusan jenis olahan.

 

Ini menjadi kelebihan bagi Kepulauan Meranti jika terus dikembangkan karena daerah ini memiliki sumber sagu yang melimpah dan terus ada. Sementara, Kabupaten Bengkalis memiliki berbagai jenis produk unggulan seperti lempuk durian sebagai oleh-oleh yang ”wajib” dibawa pulang jika berkunjung ke daerah itu.

 

"Sagu dijadikan kuliner unggulan untuk menunjang potensi pariwisata. Sagu dinilai banyak peminat wisatawan lokal dan wisatawan asing," ujarnya. Memang, sudah saatnya produk unggulan Provinsi Riau menyapa dunia.

 

Selain itu, juga ada produk-produk kerajinan seperti tenun songket yang terus berkembang di daerah itu. Di Kabupaten Kampar juga memiliki sejumlah produk khas daerah seperti Kripik Nenas dan kripik nangka. Atau Kabupaten Indragiri Hulu dengan kue bawangnya. (***)