Aktual, Independen dan Terpercaya

Miris, Biaya Hidup Tinggi, 400 Tenaga Medis RSUD Gadaikan SK di Bank

Rapat-di-RSUD.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

Laporan: Azhar Saputra



RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Riau (BKP2D), Asrizal mengatakan bahwa sebanyak 400 orang dari total tenaga medis yang melakukan aksi mogok Senin, 5 Desember 2016 lalu, telah menjaminkan Surat Keputusan (SK) milik mereka untuk keperluan beragam.

 

Hal itu secara gamblang diutarakan Asrizal sewaktu menyambut kedatangan anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Riau, Suardiman Amby di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad dalam rangka inspeksi mendadak (sidak), Rabu, 7 Desember 2016.

 

"Jadi dari 575 orang yang melakukan aksi kemarin tersebut, 400 orang di antara mereka telah gadaikan SK-nya dan itu sudah sampai ke Bank Riau Kepri (BRK)," ucapnya di kepada Suardiman, Rabu, 7 Desember 2016.

 

Baca Juga: Anggota DPRD Riau: Keluarkan dan Sikat Saja Tenaga Medis Bandel

 

Pantauan RIAUONLINE.CO.ID, ucapan Asrizal tersebut membuat para anggota dewan tercengang dan hanya menggeleng-gelengkan kepala dan mengerti mengapa para tenaga medis bersikukuh untuk menjalankan aksi unjuk rasanya itu untuk kesekian kali.Menurutnya, gaji yang mereka terima selama ini tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup yang kian lama, kian mendesak.

 

"Faktanya sebagian gaji mereka itu habis dan bahkan ada yang minus hanya untuk membayar yang tadi itu, namun kita sudah mengevaluasi dan Gubernur Riau minta hal ini di reschedule dulu," katanya.

 

Selain itu, Asrizal juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah sepakat akan memberikan 100 persen Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) beserta jasa pelayanan medis hanya untuk 2 bulan terakhir ini kepada para tenaga medis.

 

Klik Juga: Meski Temui Gubernur, Nasib 400-an Pegawai RSUD Tak Kunjung Jelas

 

"Mereka pun menyetujui dengan bantuan dan telah dimediasi oleh Polresta Pekanbaru, menerima yang dua bulan itu walaupun pulang dengan muka lesu," katanya.

 

Ia berharap, solusi ini akan membantu para tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk kedepannya, jangan sampai hal seperti ini terulang kembali.

 

Sukai/Lika Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline