Aktual, Independen dan Terpercaya

BKP2D Akan Tindak Tegas Tenaga Medis yang Mogok Kerja

Pegawai-RSUD-Mogok.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

Laporan: Azhar Saputra

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Taufik Arrahman, menegaskan untuk menangkap dan menindak para intelektual yang menjadi motor penggerak aksi mogok kerja ratusan tenaga medis Aparatur Sipil Negara (ASN) RSUD Arifin Achmad beberapa waktu lalu, yang menyebabkan ribuan masyarakat yang melakukan pengobatan terbengkalai.

 

Taufik meyakini adanya sosok yang memprovokasi di balik aksi yang berlangsung selama dua hari di mulai 5-6 Desember 2016 kemarin, yang telah berimbas pada lambatnya pelayanan kesehatan masyarakat.

 

"Setelah kita lihat sidak tadi saja itu sudah dalam kondisi normal, jauh sekali dikatakan bahwa masyarakat dalam pelayanan di rumah sakit ini puas. Itu terbukti dari pertanyaan dan jawaban yang mereka berikan kepada saya dan terbayang oleh saya ketika rekan-rekan kita meninggalkan tugas pokoknya kemarin, seperti apa bapak ibu kita yang mau berobat itu," ucapnya di RSUD Arifin Achmad, Rabu, 7 Desember 2016.

Baca Juga: Anggota DPRD Riau: Keluarkan dan Sikat Saja Tenaga Medis Bandel

 

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Riau (BKP2D), Asrizal mengatakan bahwa sudah mengantongi nama-nama para ASN beserta motor penggeraknya.

 

Ia memastikan, para pelaku aksi termasuk biang keladinya akan ditindak sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Klik Juga: Meski Temui Gubernur, Nasib 400-an Pegawai RSUD Tak Kunjung Jelas

 

"Untuk nama-namanya kita sudah pegang dan saya pastikan mereka harus mengetahui bahwa ASN punya etika dan kita akan melakukan sanksi tegas dan pembinaan terhadap perlakuan yang kurang tepat dalam beberapa hari ini," ucapnya.

 

Selain itu, Taufik juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk turut memperhatikan hak-hak para tenaga medis yang memang memiliki risiko pekerjaan yang berbeda dengan ASN lainnya.

 

Sukai/Lika Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline