Aktual, Independen dan Terpercaya

Belanda Minta Maaf dan Bantu Selidiki Pembantaian Masa Penjajahan Indonesia

110.jpg
SETKAB.GO.ID
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (kiri) saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 23 November 2016
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE - Pemerintah Belanda meminta maaf atas pembunuhan yang terjadi pada masa penjajahan dan telah membayar sejumlah kompensasi. Namun, belum ditemukan bukti dokumentasi terkait sejauh mana tingkat kejahatan tersebut.

 

Terkait hal itu, Belanda menyatakan akan memberikan dukungannya kepada Indonesia dalam penyelidikan multi tahun tentang akhir masa penjajahan di Indonesia saat pasukan-pasukan Belanda dituduh membantai, tepatnya pada 1940an.

 

Menurut Perdana Menteri Mark Rutte, yang baru saja kembali dari kunjungan ke Indonesia, penyelidikan itu akan menganalisis permusuhan dari kedua belah pihak antara 1946 dan 1949. Dalam pembicaraannya dengan Presiden Joko Widodo, ia menekankan pentingnya bekerjasama.

Baca Juga: Misteri Tragedi Pembantaian Takokak yang Terlupakan

 

"Menggali masa lalunya sebagai kolonial, dapat menyakitkan para veteran Belanda dari periode itu," kata pemerintah Belanda melalui sebuah pernyataan, dikutip dari VOA Indonesia, Selasa, 6 Desember 2016.

 

Belanda menyatakan memberikan nilai tinggi terhadap perlindungan dan promosi hak asasi manusia, hukum internasional dan aturan hukum.

 

"Pemahaman yang lebih dalam mengenai masa lalu kami memainkan peranan penting," ujar pernyataan itu.

 

Penyelidikan tersebut, yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun, akan dipimpin oleh tiga lembaga riset Belanda yang sangat dihormati.

Klik Juga: Misteri 71 Nisan Tanpa Nama, Korban Kebrutalan Tentara Belanda

 

Indonesia merupakan koloni Belanda dari 1800 hingga 1949, meski ada yang menyebutkan bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun.

 

Negara yang dikenal sebagai Hindia Belanda ini, dahulu merupakan sumber utama kekayaan Belanda berkat perdagangan rempah-rempah, logam berharga dan mineral.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline