Aktual, Independen dan Terpercaya

Konflik SARA Indikasi Lemahnya Pemahaman Pancasila

ILUSTRASI-SARA.jpg
(BERITA SATU.COM)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala daerah Provinsi Riau beserta seluruh elemen militer dari kepolisian terutama Tentara Republik Indonesia (TNI) berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bersama mencegah upaya disintegrasi sosial yang berkemungkinan muncul belakangan baik yang membawa isu SARA maupun dari kelompok terorisme.

 

Komandan Korem 031/ Wirabima, Brigjend TNI Nurendi mengatakan kelemahan masyarakat dewasa ini adalah kurangnya kemampuan memaknai Pancasila sebagai ideologi filosofi negara yang dijadikan sebagai pedoman bernegara.

 

Bukan hanya kurangnya kemampuan, Nurendi bahkan mengatakan kurangnya kesadaran untuk memaknai Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika yang membuat masyarakat menjadi semakin terkotak-kotak dan saling mencurigai satu sama lain.

Baca Juga: Danlanud Roemin Nurjadin: Indonesia dalam Ancaman Proxy War

 

"Cara satu-satunya yang harus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman nasionalisme kita rakyat adalah dengan sungguh-sungguh memaknai Pancasila sebagai pegangan kita berkehidupan di negara ini," ujar Nurendi usai hadiri Orasi Kebangsaan Nusantara Bersatu, Rabu, 30 November 2016 di Jalan Diponegoro, muka Gedung Daerah Riau.

 

Selain itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Pnb Henri Alfiandi menjelaskan bahwa Indonesia harus berhati-hati pada upaya Proxy War, perang yang menggunakan pihak ketiga sebagai alat untuk menyerang sebuah negara.

 

Hal tersebut diindikasikan dengan meningkatnya terorisme serta konflik yang berlandas isu SARA di tengah masyarakat yang tujuan akhirnya untuk menggulingkan kepemimpinan sebuah wilayah.

Klik Juga: TNI Imbau Tak Ada Warga yang Berangkat ke Jakarta Pada 2 Desember

 

Jika harus melakukan perang, TNI serta Polri mengaku akan siap membela tanah air hingga titik darah penghabisan sebagai pengabdian mereka sebagai prajurit.

 

"Kita harus menjaga negara kita dari ancaman pihak luar. Seperti presiden, Panglima TNI, kapolri dan rakyat yang memiliki niat dan rencana jahat kepada negara kita," urai Henri menimpali Nurendi.

Juga: IPW: Polri, Jangan Sampai NKRI Terkoyak-koyak Karena Mulut Ahok

 

Sedangkan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menjelaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya mengimbau masyarakat dan seluruh elemen untuk mengamalkan nilai Pancasila dan menghormati segala perbedaan yang ada.

 

"Kita akan menjaga persatuan negara kita bagaimanapun caranya," ucap gubbernur yang akrab disapa Andi Rachman.

 

Sukai/Lika Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline