Danlanud Roemin Nurjadin: Indonesia dalam Ancaman Proxy War

Danlanud-2.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

Laporan: Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dalam acara Nusantara bersatu orasi kebangsaan, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Henri Alfiandi tidak berorasi seperti yang dilakukan oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain dan Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi.

 

Danlanud hanya mengingatkan kembali tujuan seluruh masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Riau berada di tengah-tengah jalanan untuk menyampaikan orasi Nusantara Bersatu.

 

"Saya tidak akan menyampaikan orasi tapi mengingatkan kembali mengapa kita berkumpul serentak di seluruh Indonesia seperti ini," ucapnya di Jalan Gajah Mada, Rabu, 30 November 2016.

 

Henry menegaskan masyarakat Indonesia dalam persatuannya menunjukkan bahwa Indonesia akan tetap kuat, bersatu walaupun dengan ancaman sekalipun.

Baca Juga: Gagas Demo Tandingan, Panglima TNI: 30 November, Cari Lapangan Besar

 

Jenderal bintang satu ini mengingatkan bahwa Indonesia saat ini dalam ancaman proxy war atau perang yang melibatkan pihak ketiga.

 

"Kami sadar bahwa kita saat ini dalam keadaan terancam dengan sebuah perang menggunakan bantuan pihak ketiga," kata Henry, Rabu, 30 November 2016.

 

Menurutnya, proxy war yang dilakukan pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa ini seperti isu sara, suku, ras dan agama.

 

"Kami juga sadar, bangsa ini dapat terpecah dengan hal-hal yang berbau sara, agama dan ras. Untuk itu persatuan dan kesatuan bangsa ini kita perkuat dan perkokoh," tutupnya.