Aktual, Independen dan Terpercaya


Kisah Lucu yang Terselip Saat Marinir TNI AL Usir Kapal Malaysia

ILUSTRASI-2-TNI-AL.jpg
(INSTAGRAM IND_UNIFORM)
ombudsman

RIAU ONLINE - Saat terjadi konflik Pulau Ambalat, terselip sebuah kisah lucu dari Marinir TNI AL. Kala itu, Indonesia tengah membangun mercusuar di perairan Karang Unarang Ambalat sebagai bukti kedaulatan Indonesia.

 

Pembangunan mercusuar tidak mudah mengingat kapal Malaysia kerap mengganggu. Kapal Malaysia sering mendekati mercusuar kemudian berhenti mendadak sehingga mercusuar kerap pula dihantam ombak cukup besar. Hal ini sangat menyulitkan para pekerja dalam menyelesaikan pembangunan.

 

Ada dua marinir yang bersiaga di mercusuar itu. Dengan bersenjata lengkap dan kedua marinir mengarahkan senjata ke Kapal Patroli Malaysia. Namun, kedua marini itu tidak bisa berbuat banyak mengingat tidak ada perintah menembak kecuali ditembak terlebih dahulu.

Baca Juga: Ketika 30 Hantu Pasukan Garuda Lumpuhkan 3 Ribu Pemberontak Kongo

 

Tentunya, bisa dibayangkan betapa jengkelnya dua tentara ini yanga hanya bisa melihat gangguan tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa. Sedangkan para pekerja berbasah-basah dan nyaris jatuh ke laut terkena terjangan ombak kapal.

 

Setelah kelelahan menganggu dengan ombak buatannya, Kapal Perang Malaysia beristirahat di tengah laut sekitar pulau. Sementara itu awak kapalnya tidur-tiduran dan duduk sambil membaca koran di atas dek kapal, seperti dilansir dari Instagram Ind-Uniform.

 

Alangkah terkejutnya mereka, ketika tiba-tiba di atas kapal sudah berdiri seorang marinir dengan pakaian basah bersenjata mengarah ke kepala sambil membentak, "Siapa pemimpin disini?"

 

Sambil mengangkat tangan, seorang perwira kapal Malaysia keluar dari kapal dan sambil terbata-bata berkata "saya".

Klik Juga: Inilah Pasukan Baret Ungu yang Pernah Dipisahkan dari TNI AL

 

“Pergi dari sini atau saya tembak!” perintah Marinir.

 

Tanpa berpikir panjang Kapal Malaysia segera menjauh dari Mercusuar. Sementara, marinir itu langsung melompat ke laut untuk kembali ke mercusuar.

 

Sejak insiden tersebut tidak ada lagi kapal Malaysia berani mendekat Mercusuar, sehingga pembangunan bisa lebih cepat.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline