Aktual, Independen dan Terpercaya

Trump Menang, Wanita Muslim AS: Tidak Aman Berjilbab di AS

Zaskia.jpg
(JURGEN AUGUSTEYNS VIA FANPAGE FACEBOOK teleSUR English)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE - Alaa Basatneh, seorang Muslim yang telah 12 tahun terakhir mengenakan jilbab. Tapi sejak Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS, ia melepas jilbabnya dan beralih mengenakan topi. Basatneh mengaku, sudah tidak aman lagi untuk berjalan-jalan dengan mengenakan jilbab.

 

Basatneh adalah seorang penulis seputar isu keadilan sosial untuk situs media berita dan budaya, Fusion, yang berbasis di Miami. Ia mengatakan rasa ketakutan itu berasal dari Donald Trump.

 

Pasalnya saat masa kampanye lalu, Presiden AS terpilih mengatakan bahwa ia ingin melarang Muslim bepergian ke Amerika Serikat. Menurutnya, retorika yang diluncurkan selama masa kampanye telah menebarkan ketakutan dan kebencian bagi umat Muslim di negara itu.

Baca Juga: Presiden Trump akan membuat kita meninggalkan Amerika, Kemana Kita Akan Pergi?

 

"Trump benar-benar membuka luka besar bagi komuitas Muslim. Dan bagi saya, secara pribadi, saya pikir dia perlu untuk meminta maaf atas apa yang dia katakan. Dan meyakinkan komunitas Muslim bahwa kami akan aman," katanya dikutip dari CNN, Jumat, 18 November 2016.

 

Namun, dalam sebuah wawancara TV yang ditayangkan pada Minggu, 13 November lalu, Trump meminta pendukungnya untuk menghentikan melecehkan kaum minoritas.

 

Basatneh mengaku beberapa hari lalu telah mendapat perlakuan diskriminatif. Saat itu, ketika ia duduk di ruang tunggu rumah sakit di Miami seorang pria berkulit putih mengeluarkan pisau dari saku dan meletakkannya di kursi kosong di antara mereka.

Klik Juga: Donald Trump Presiden Amerika Serikat Penghuni Gedung Putih

 

"Saya merasa terancam. Saya kaget. Dan saya seakan sedang menunggu untuk ditusuk hanya karena saya mengenakan jilbab," katanya.

 

Setelah itu, kata Basatneh, pria itu bangun dan sambil berjalan melewatinya, pria itu berkata "deportasi saja mereka semua". Parahnya, tidak ada orang yang bereaksi di ruangan itu.

 

"Ada sekitar 20 orang di ruangan itu. Dan setiap orang hanya melakukan percakapan normal seolah-olah tidak ada yang terjadi," ungkapnya.

Lihat Juga: Viral, "Warga AS Tercinta, Tolong Jangan Pilih Donald Trump"

 

Banyak wanita Muslim di AS yang mengenakan jilbab sebagai simbol keagamaan dan kerendahan hati. Basatneh berharap semuanya akan menjadi lebih baik.

 

"Kenali tetangga Muslim Anda. Kenali lebih jauh tentang Islam, hanya lebih mengenal kami, maka kami akan mengulurkan tangan," ujarnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline