Aktual, Independen dan Terpercaya

Mengenal Para Penemu Muslim pada Peradaban Islam

Jam-Gajah-ciptaan-Al-Jazari.jpg
(SATUJAM.COM)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE - Jika mendengar peradaban Islam, banyak yang membayangkan sebagai sesuatu yang kuno. Namun tahukah anda, pada masa itu Islam telah melahirkan para penemu-penemu terkenal.

 

Orang-orang itu adalah peletak pondasi peradaban moderen saat ini. Berikut 10 penemu Islam yang dilansir dari SATUJAM.COM.

 

Abbas bin Firnas, Manusia pertama yang terbang

 

Siapa manusia pertama yang berhasil terbang? Kebanyakan akan menyebut nama Wright Bersaudara. Namun jauh sebelum Wright Bersaudara menciptakan pesawat, lebih dari 1000 tahun yang lalu, Abbas bin Firnas sudah berhasil terbang di udara.

 

Abbas bin Firnas senang melihat ciptaan Allah di langit. Ia memperhatikan hingga takjub dengan kebesaran sang pencipta yang menerbangkan burung-burung di udara. Hal ini memotivasi Abbas bin Firnas untuk bisa memahami kebesaran Allah di langit.

 

Jika Wright bersaudara i milenium mampu terbang selama 12 detik, Abbas bin Firnas berhasil terbang selama lbih dari 10 menit

 

Abbas bin Firnas bukan hanya berkarya dalam penerbangan, ia dikenal sebagai ahli sastra, musik dan astronomi. Untuk menghormati dedikasinya dalam dunia kedirgantaraan, di Cordoba, Spanyol berdiri patung Abbas bin Firnas.

 

Al Jazari, sang insinyur mesin

 

Dalam Islam, ketepatan waktu sangat penting. Sebagai seorang insinyur mesin, Al Jazari mengembangkan jam yang bisa digunakan untuk menetukan waktu salat, puasa dan haji.

 

Jam gajah yang bisa mengukur waktu dengan akurat menjadi karya besarnya. Ia mempelajari bagaimana air yang mengalir bisa digunakan untuk menggerakkan jam dengan akurasi yang cukup tinggi.

 

Bahkan, Al Jazari juga ingin mempermudah umat Islam untuk berwudhu dengan menciptakan mesin pompa air. Berkat karya besarnya, orang-orang Turki abad ke-12 mampu beribadah dengan lebih nyaman.

 

Ibnu Sina, Bapak Kedokteran

 

Ibnu Sina mampu melakukan berbagai operasi bagi orang yang sakit, yang terkenal adalah operasi tulang. Padahal ia hidup di abad ke-11, ketika teknologi belum semaju saat ini.

 

Namun hingga abad ke-19, dunia kedokteran menjadikan karyanya Al Qanun fi at-Tibb sebagai rujukan. Bahkan, buku tersebut telah diterjemahkan menjadi Canon of Medicine dan menjadi pedoman bagi dunia kedoteran barat saat ini.

 

Tak hanya menekuni bidang kedokteran, Ibnu Sina sangat prihatin dengan masyarakat yang percaya takhayul dan mitos, hingga mendorongnya untuk mempelajari logika sains di balik fenomena alam.

 

Ia mempelajari asal air dan pembentukan awan. Ibnu Sina menciptakan buku tentang batu dan mineral serta meteorology. Bahkan ia mencari tahu proses pembentukan gunung dan penyebab gempa bumi.

 

Al Zahrawi, sang dokter bedah

 

Tahukah Anda, siapa perancang pisau bedah, bor, gunting, dan 200 lebih alat bedah yang masih digunakan hingga kini?

 

Al Zahrawi, dokter bedah yang merancang banyak peralatan bedah pada abad ke-10. Hingga kini, temuannya masih digunakan meski mengalami sedikit perubahan.

 

Buku Al Zahrawi yang berjudul Al Tasrif diterjemahkan oleh barat dan menjadi panduan operasi di sekolah-sekolah kedokteran selama berbad-abad.

 

Fathimah Al Fitri, Ibu pendiri Universitas

Sejak Islam lahir, kaum wanita sudah menjadi orang terpelajar dan terhormat. Namun, emansipasi wanita baru ada di barat pada abad ke-19.

 

Sebut saja Aisyah binti Abu Bakar, ia adalah wanita yang paling banyak ditanya tentang kehidupan sehari-hari. Bukan oleh wanita, banyak pria yang berkonsultasi tentang masalahnya kepada Aisyah.

 

Tidak heran jika 200 tahun kemudian, Fathimah Al Fitri mampu membangun universitas modern pertama di dunia. Terletak di kompleks masjid Al Qawariyin di Fez Maroko. Sang adik, Maryam juga mengikuti jejak Fathimah dengan membangun universitas di Andalusia, Spanyol.

 

Kedua Universitas ini menjadi kiblat bagi dunia pendidikan modern. Bahkan pakaian mahasiswa ala Fathimah Al Fitri masih dipakai sampai sekarang. Toga yang berbentuk segi empat merupakan simbol dari Kabah.

 

Ibnu Al Haytham, Penemu cara kerja optik

 

Pernahkah anda bertanya bagaimana mata kita bekerja? Ibnu Al Haytham menjawab dengan penelitian yang menjadi dasar kerja kamrea yang ada pada ponsel Anda saat ini.

 

Karya besarnya, Al Manazir diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi Book of Optics. Di barat ia dikenal dengan nama Alhazen, yang sukses mempengaruhi pola pikir ilmuwan-ilmuwan Barat, seperti Roger Bacon, Leonardo Da Vinci dan Keppler. Bahkan, sampai saat ini isi bukunya masih sering dikutip oleh para professor sebagai karya yang akurat.

 

Penemuannya adalah camera obscura. Cahaya yang menyinari lubang kecil di ruangan gelap akan memproyeksikan film negatif, seperti kamera dan film di bioskop. Camera sendiri berasal dari bahasa Arab “Qamara” yang berarti kamar.

 

Ibnu Battuta, Penjelajah dunia

 

Saat berusia 21 tahun, Ibnu Batuta yang hidup pada abad ke-14 telah berkelana selama 29 tahun. Ia telah mengunjungi 44 negara, mulai dari Afrika, Mesir, Suriah, Persia Teluk Arab, Anatolia, Turkistan, Afghanistan, India, Maladewa, Srilanka, Bengal, Sumatera, Tiongkok, Sardinia hingga Spanyol.

 

Tujuannya hanya satu, berdakwah. Dari petualangannya ini, Ibnu Battuta membuat buku berjudul Ar-Rihlah. Dengan membaca buku ini, kita bisa tahu sisi sejarah Islam yang sekarang sudah tertutupi.

 

Jabir Ibnu Hayyan, Pengembang Aroma Parfum

 

Jabir Ibnu Hayyan, membuat percobaan kimia. Ibnu Hayyan inilah yang membuat proses sublimasi, pencairan, kristalisasi, distilasi, pemurnian, oksidasi, dan berbagai percobaan kimia lainnya.

 

Koca Mimar Sinan Sang Arsitek

 

Sinan, arsitek besar abad ke-16. Bernama lengkap Koca Mimar Sinan berasal dari keluarga Kristen Ortodoks Yunani namun kemudian memeluk agama Islam.

 

Laksamana Cheng Ho, Pelaut yang Menjelajah Dunia

 

Nama Laksamana Cheng Ho sangat terkenal di Indonesia. Ia datang ke Nusantara dan 37 negara lainnya membawa pesan perdamaian.

 

Berbeda dengan Vasco da Gama maupun Christopher Colombus yang datang untuk menjajah negeri yang didatangi. Justru negeri yang dikunjungi Cheng Ho menjadi lebih makmur karena pesan dakwah Islam yang menyebarkan kedamaian dan kebenaran.

 

Pemimpin kapal yang bernama asli Ma He ini (Ma diambil dari kata Muhammad) memiliki ukuran kapal yang sangat besar. Panjangnya lebih dari 130 meter dan dibuat tanpa besi. Ukuran kapalnya 5 kali kapal Vasco da Gama. Bahkan ilmu engineering saat ini masih belum bisa membuat ulang kapal laut milik Cheng Ho.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline