Mantan Mendagri Ini Tantang Jokowi Sebut Siapa Tokoh yang Tunggangi Aksi Damai 411

Letjen-TNI-Purn-Syarwan-Hamid.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di era Presiden BJ Habibie, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purn Syarwan Hamid, menantang Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk membuka serta menunjuk batang hidung siapa saja tokoh yang menunggangi Aksi Damai Jutaan Umat Islam pada 4 November 2016 silam. 

 

Mantan Kepala Sosial, dan Politik (Kasosspol) ABRI di zaman Presiden Soeharto ini meminta Jokowi untuk tidak membiarkan kelakukan Gubernur Non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, untuk melecehkan umat Islam. 

 

"Gelagatnya seperti itu, (Jokowi) melindungi Ahok. Walaupun sempat mengakui tak lindungi Ahok, tapi ada gelagat. Coba tunjuk tokoh mana menunggangi aksi damai jutaan orang kemarin," kata Syarwan Hamid kepada RIAUONLINE.CO.ID, Senin, 14 November 2016. 

 

Baca Juga: Letjen Syarwan Hamid Ingatkan Presiden Jokowi Jangan Adu TNI dengan Rakyat

 

Ketua MPR/DPR RI di tahun 1998 ini menjelaskan, Jokowi selalu saja berubah-ubah sikapnya dalam menyikapi kasus penistaan Ahok terhadap umat Islam. "Selalu berubah-ubah, lain diomongkan satu dengan lainnya, termasuk dengan mendatangi kesatuan-kesatuan tentara, serba tiba-tiba, tiba-tiba jadi orang baik, datang kesana-kemari," kritik jenderal bintang tiga tersebut. 

 

sYARWAN

 

Sebelumnya, Syarwan mengatakan, Presiden Jokowi jangan mengadu dan mengantuk-antukkan TNI dengan rakyat. Upaya-upaya tersebut tak akan berhasil, karena TNI sejak lahirnya di awal kemerdekaan tak bisa dilepaskan dari rakyat. 

 

"Orang bisa saja menafsirkan apa saja. Tapi momentumnya sekarang ini, ditujukan kepada gerakan-gerakan kemarin. Tak perlu menakuti-nakuti rakyat, rakyat tak takut," kata laki-laki kelahiran Kabupaten Siak Sriindrapura tersebut.

 

Kepala Sosial dan Politik (Kasospol) di masa Presiden Soeharto, Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jangan coba-coba membenturkan prajurit TNI dengan rakyat.

Klik Juga: Inilah Alasan IPW Samakan Jokowi dengan Soeharto Soal Aksi Damai 411

 

Peringatan tersebut disampaikan Syarwan Hamid usai safari Jokowi ke markas-markas pasukan elite di matra TNI dan Polri. Di antaranya, Brimob untuk Polri, Kopassus untuk TNI AD, dan Marinir (TNI AL), pekan lalu.

"Kita cermati dan gelagat serta perilaku Presiden (Jokowi). Selalu berubah-ubah, lain diomongkan satu dengan lainnya. Termasuk datang ke kesatuan-kesatuan tentara, (ini) serba tiba-tiba, tiba-tiba jadi orang baik, datang kesana-kemari," kata Syarwan Hamid, saat bincang-bincang dengan RIAUONLINE.CO.ID, Minggu, 13 November 2016.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline