Aktual, Independen dan Terpercaya

Catat, Inilah Jadwal Razia Besar-besaran Polantas di Riau

Kombes-Pol-Guritno-Wibowo.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

Laporan: Azhar Saputra


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Minimnya marka dan penerangan jalan menjadi penyebab tingginya kecelakaan lalulintas di Riau. Akibat ketiadaan dua hal itu, membuat pengendara kendaraan tidak fokus. 

 

"Misalnya, sarana penerangan di jalanan. Sehingga pengguna jalan tidak lagi bisa berkonsentrasi dengan baik," kata Direktur Laulintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Guritno Wibowo, Rabu, 9 November 2016. "Sudah tidak ada lampu, marka jalan pun tidak ada. Itu biasanya terdapat di jalan-jalan lintas Provinisi," jelasnya. 

 

Selain sarana penerangan jalan dan marka, tuturnya, beberapa faktor penyumbang lakalantas lainnya adalah manusia, jalan, kendaraan dan faktor alam.

 

Untuk mengurangi angka lakalantas di jalanan, Polda Riau akan gelar Operasi Zebra Siak 2016, digelar 16-29 November 2016 mendatang.

 

Baca Juga: Operasi Zebra Siak 2016 di Kabupaten Meranti Akan Libatkan Aparat Desa

 

Jelang diberlakukannya Operasi Zebra Siak 2016, ia mengimbau masyarakat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Kesiapan itu seperti administrasi kendaraan hingga kendaraan bermotor itu sendiri.

 

"Kita sama-sama saja benahi persiapkan diri, termasuk Polri begitu juga dengan warga masyarakat nantinya agar tertib berlalulintas. Siapkan administrasi surat-surat kendaraan Anda, Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan juga mempersiapkan kendaraan dengan baik," katanya.

 

Operasi Zebra ini akan fokus kepada pelanggaran lalulintas berpotensi menyebabkan kecelakaan lalulintas (lakalantas) dari ringan, sedang maupun berat.

 

"Pelanggaran itu ada sifatnya ringan, sedang dan berat. Nah di sini kita akan mencoba melihat pelanggaran berat tadi kita akan tertibkan dan tindak," katanya.

 

Guritno memastikan dalam Operasi nantinya ini masyarakat terlebih dahulu akan mendapatkan informasi terkait operasi Zebra langsung dibuka oleh Wakapolda Riau, Kombes Ermi Widyatno.

 

"Jelas bahwa masyarakat akan mendapatkan sosiailisasi terhadap kegiatan ini ya, baik itu yang sifatnya sosialisasi, himbauan, informasi masyarakat sampai ke tahap penindakan yang terjadi," tutupnya.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline