Aktual, Independen dan Terpercaya

Aksi Susulan Mahasiswa Dicibir Masyarakat

Demo-UIR-HMI.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi susulan yang dilakukan mahasiswa Universitas Islam Riau dan HMI MPO Cabang Pekanbaru di Mapolda Riau usai masyarakat Islam Riau gelar aksi yang sama menuai cibiran.

 

Aksi susulan yang dilakukan dua elemen ini dituding untuk menunjukkan ego lembaga masing-masing sehingga tak lagi murni dianggap sebagai perjuangan membela agama Islam yang dilecehkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

 

"Kita juga heran mengapa setalah aksi dari ulama selesai mereka baru terlihat dan melakukan aksi. Kenapa tidak bergabung saja. Padahal tuntutannya sama saja," kata beberapa orang massa aksi sebelumnya yang melihat barisan mahasiswa ini berjalan menuju Mapolda Riau, Jumat, 4 November 2016.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa UIR dan HMI MPO Gelar Aksi Susulan Tuntut Ahok

 

Bendahara Umum HMI MPO Cabang Pekanbaru, Yusnita mengatakan tak ada maksud dari mereka untuk memisahkan diri dari barisan aksi sebelumnya. Hal ini terjadi kata Yusnita dikarenakan kedatangan mereka yang terlambat dari aksi sebelumnya.

 

Keterlambatan tersebut disebabkan macetnya arus lalu lintas menuju kota sehingga sulit bagi mereka untuk datang lebih cepat sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh aliansi besar muslim Riau.

 

"Mahasiswa UIR datang setelah aksi selesai karena terjebak macet di jalan. Tak mungkin karena terlambat kami mengurungkan aksi," kata Yusnita kepada RIAUONLINE.CO.ID

Klik Juga: Massa: Tangkap Si Ahok Sekarang Juga

 

Sedangkan meski datang terlambat, HMI MPO sempat bergabung dalam aksi besar yang melibatkan ribuan massa muslim se Riau. Namun karena keterlambatan mereka, HMI MPO tak srmpat diberikan waktu untuk menyampaikan orasi dari tiap perwakilan simpul aksi ini.

 

"Tuntutan kita adalah Ahok harus diadili secepatnya. Penistan agama adalah salah satu delik umum yang harusnya tanpa pengaduan atau laporanpun harus tetap diproses. Jangan sampai masyarakat menjadi marah dan anarkis," tegas Yusnita.

 

Hingga berita ini diturunkan aksi masih terus berlangsung. Mereka menuntut Kapolda Riau untuk.menemui mereka supaya bisa mendengarkan aspirasi yang hendak mereka sampaikan.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline