Aktual, Independen dan Terpercaya

Riau Klaim Riau Expo Hasilkan Investasi Rp600 Miliar

Logo-RIAU-EXPO.jpg
(RIAU.GO.ID)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pada ajang promosi rutin tahunan Pemerintah Provinsi Riau, Riau Expo tahun 2016 ini, Pemerintah Provinsi Riau mengklaim mendapat dana investasi daerah sebesar Rp600 miliar karena efek diadakannya iven sepekan tersebut.

 

Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Riau, Ismail Fauzi mengatakan data tersebut didapatkannya dari Riau Invesment Forum yang diikuti 12 kabupaten dan kota se-Riau yang dihitung usai gelaran Riau Expo usai pada 30 Oktober 2016 lalu.

 

"Setidaknya kita dapat angka segitu selama Riau Expo kemarin. Perolehan dana ini dari investasi beberapa perusahaan," kata Ismail, Rabu, 2 November 2016.

Baca Juga: LAM Riau: Perdagangan Malaysia dan Riau Sudah Berjalan Berabad-abad

 

Beberapa perusahaan yang menanamkan modalnya ke beberapa kabupaten dan kota di Riau usai Riau Expo antara lain, yakni PT Pasir Emas berinvestasi di sektor pabrik kelapa sawit sebanyak Rp150 miliar di Indragiri Hulu. Kemudian, PT Energi Sejahtera Mas bakal memperluas pelabuahan Dumai dengan dana capai Rp30 Miliar dan beberapa perusahaan lainnya.

 

Dalam gelaran Riau Expo yang digelar sejak 24 Oktober hingga 30 Oktober 2016 ini, setiap pengusaha, UMKM maupun daerah di setiap kabupaten dan kota diberi kesempatan untuk mengambarkan potensi yang ada didaerahnya masing-masing kepada 250 investor yang telah diundang oleh Pemprov Riau.

 

"Di sanalah proses bagaimana investor memandang apakah daerah memiliki potensi untuk dikembangkan. Itu semua kembali kepada bagaimana daerah mengemasnya," jelas Ismail.

Klik Juga: Nilai Eskpor Migas dan Sawit Riau 2016 Anjlok Drastis

 

Meski begitu pada gelaran Riau Expo tahun ini banyak masyarakat yang mengeluhkan penyelenggaraannya yang dinilai tak mendukung rakyat kecil. Pasalnya tempat penyelenggaraan yang berada di SKA Co-Ex membuat biaya pemasangan stand promosi sangat mahal hingga belasan juta rupiah. Hal tersebut tentu tidak menguntungkan bagi sektor UMKM yang juga menginginkan adanya ruang promosi produk.

 

Selain itu, pengunjung yang datang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya jauh menurun. Turunnya antusiasme masyarakat ini ditengarai oleh kurangnya promosi yang dilakukan panitia Riau Expo dan pemerintah sehingga tak berdampak terlalu besar bagi geliat masyarakat menengah kebawah.

 

"Selain kurangnya media promosi tentang RIau Expo ini, lahan parkir yang disediakan di sini juga mahal makanya lebih sepi ketimbang waktu di Purna MTQ dulu," jelas Rani salah satu pengunjung Riau Expo 2016.