Pemerintah Klaim Kasus Karhutla Riau 2016 Jauh Menurun Drastis

Karhutla-di-Kawasan-TNTN.jpg
(TIMSATGAS KARHUTLA FOR RIAUONLINE.CO.ID)
ombudsman

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menguraikan ada penurunan kasus kebakaran jika dibandingkan dengan tahun 2015 lalu.

 

Periode Januari hingga Oktober 2016, Tim Satgas Siaga Karhutla mencatat luas lahan terbakar di Riau mencapai 3.902 hektar. Jumlah luasan lahan ini jika dibandingkan dengan tahun 2015 lalu telah mengalami penurunan sebanyak 50 persen.

 

"Penurunan tren kebakaran sudah tejadi sekitar setengah dari total kasusnya jika dibandingkan dengan tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur, Rabu, 2 November 2016 ketika dihubungi.



Menurut Jim, BPBD mencatat kebakaran hutan dan lahan cenderung menurun jika dilihat dari perbandingan luas lahan terbakar. Jika dibandingkan pada periode yang sama pada 2015 lalu luas lahan terbakar mencapai 6.900 hektare

Baca Juga: Nilai Eskpor Migas dan Sawit Riau 2016 Anjlok Drastis

 

Sedangkan pada 2014 lahan terbakar lebih luas lagi mencapai 23.000 hektare. Ia mengklaim Riau pada 2016 berhasil menekan angka kebakaran hutan dan lahan cukup baik.



"Tentunya ini tidak terlepas dari peran tim gabungan Satgas Penanggulangan Kebakaran lahan TNI, Kepolisian dan masyarakat," jelasnya.



Pada 2016 ini, baik pemerintah pusat maupun Riau serius menekan kasus kebakaran hutan dan lahan yang saban tahun memicu musibah kabut asap. Pemerintah Riau menganggarkan Rp223 miliar untuk penanggulangan bencana kebakaran lahan dan kabut asap yang tersebar di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Klik Juga: Pemprov Riau Siapkan BUMD Untuk Kelola Blok Rokan

 

Beberapa waktu lalu, Komandan Korem 031/ Wirabima, Brigjend TNI Nurendi menuturkan akan mengevaluasi waktu status siaga karhutla yang akan habis pada akhir November ini. Ia menjelaskan bahwa Tim Satgas Siaga berencana mencabut status siaga karhutla meski waktu penetapannya belum habis.

 

"Pertimbangan kita adalah kita sudah mulai masuk pada bulan basah atau musim hujan. Kita sekarang masih menunggu kepastian data prediksi dari BMKG," terangnya beberapa waktu lalu.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline