Aktual, Independen dan Terpercaya

Ketika Mayor TNI Rawat dan Bebaskan Tawanan Perang

Mayor-TNI-Susilo-Bambang-Yudhoyono.jpg
(REPUBLIKA.CO.ID)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE - Salah satu konflik paling panjang dan berdarah yang dialami TNI adalah perang Timor Timur. Pada perang itu, pasukan TNI harus berhadapan dengan Falintil yang terkenal kejam terhadap pasukan yang tertangkap.

 

Kekejaman itu mendapat balasan dari TNI, anggota Falintil yang tertangkap kerap dieksekusi di tempat, seperti dilansir dari Instagram Seputarduniamiliter19

 

Namun, kekejaman itu tidak berlaku bagi seorang Mayor TNI. Saat anggota Falintil tertangkap, sang Mayor bukan mengeksekusinya, ia justru menyelamatkan dan mengirim pasukan lawan agar mendapat perawatan medis. Tindakan ini mendapat apresiasi dari para atasannya kala itu.

 

Peristiwa mengagumkan itu, berawal saat sang Mayor ditugaskan kembali ke Timor Timur dan menjabat sebagai Komandan Batalyon 744 untuk memimpin pasukannya yang terlibat baku tembak dengan gerilyawan Falintil di lereng bukit Turiskai.

Baca Juga: Ketika 30 Hantu Pasukan Garuda Lumpuhkan 3 Ribu Pemberontak Kongo

 

Beberapa jam setelah bertempur, pasukan menyisir lokasi persembunyian gerilyawan. Di tempat itu ditemukan seorang gerilyawan yang tergeletak dengan kondisi cukup mengenaskan, namun masih hidup.

 

Alih-alih mengeksekusi, sang Mayor malah memilih untuk mengobati gerilyawan Falintil yang terluka tersebut. Bahkan, ia menerbangkannya ke RSPAD di Jakarta agar gerilyawan itu mendapat perawatan lebih lanjut.

 

Tindakan itu sebebnarnya tidak lazim, sebab setiap pasukan perang sangat pantang membawa serta tawanannya. Namun langkah ini, mendapat apresiasi Asisten Operasi Kasum ABRI Mayjen TNI Edi Sudrajat, karena dalam hukum perang, seorang tawanan perang harus tetap diperlakukan secara manusiawi.

Klik Juga: Jenderal Italia Ini Kemana-mana Nyaman Naik Anoa dan Dikawal Pasukan Garuda

 

Setelah menjalani perawatan, gerilyawan tersebut mengaku bernama Yulio Sarmento, seorang pucuk pimpinan kelompok Falintil. Darinya, Mabes ABRI banyak memperoleh informasi berharga dalam menjalankan operasi di Timor Timur.

 

Lalu siapakah sang Mayor TNI itu? Dia adalah Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Setelah lepas dari perang Timor Timur kariernya terus menanjak hingga terpilih sebagai Presiden keenam RI selama dua periode. Ini salah satu bukti SBY, bukan hanya tentara yang bertugas di belakang meja.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline