Aktual, Independen dan Terpercaya

18 Narapidana di Penjara Ini Tewas Dibakar dan Dipenggal dalam Kerusuhan

Penjara.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE - Sebanyak 18 orang tewas beberapa dibakar hidup-hidup dan dipenggal dalam kerusuhan yang terjadi di dua penjara di Brasil pada akhir pekan lalu.

 

Sekitar 100 keluarga dari tahanan, sebagian perempuan disandera selama kerusuhan yang dipicu oleh perpecahan antara penjara Agricola de Monte Cristo di ibukota negara bagian Roraima, Boa Vista, pada Minggu 16 Oktober 2016.

 

"Para tahanan bersenjatakan batu dan potongan kayu yang mereka robek dari dinding. Mereka menggunakan potongan-potongan kayu untuk memenggal saingan mereka. Itu sangat brutal," kata juru pemerintah daerah, Jessica Laurie dilansir dari Independent, Selasa, 18 Oktober 2016.

 

"Tujuh mayat ditemukan dibakarr dan tiga lainnya dipenggal," lanjutnya.

 

Kerusuhan terjadi antara dua kelompok yang merupakan beberapa geng terbesar di Brasil. Berawal saat anggota kelompok da Capital Primeiro Comando menyerang sayap penjara tempat narapidana kelompok Comando Vermelho ditahan.

 

Menurut Menteri Kehakiman negara, Roraima Uziel Castro, penjara nasional telah bersiaga sejak geng yang bersaingan itu menyatakan perang. Sementara media lokal melaporkan bahwa sebanyak 25 tahanan tewas dalam kerusuhan tersebut.

 

Di hari berikutnya, Senin, 17 Oktober 2016, kerusuhan kembali terjadi.

 

"Sekelompok narapidana dikurung saingan mereka di sel dan membakarnya Kami menduga bentrokan terjadi antara geng saingan," kata seorang pejabat polisi di Ibukota negara, Porto Velvo.

 

Sementara juru bicara polisi mengatakan delapan orang diduga tewas setelah tubuhnya dibakar dan otoritas medis harus mengkonfirmasi.

 

Kepala Serikat Pekerja Hukum Pidana, Joana Moura menyatakan, kepada harian Folha de Boa Vista bahwa kerusuhan penjara merupakan cerminan minimnya perhatian pemerintah terhadap sistem manajemen penjara.

 

"Tidak ada alat keamanan, minimnya personel penjagaan penjara, dan para petugas penjara bekerja di luar kemampuan mereka," kata Moura.

 

Sejak akhir 2014, sekitar 622 ribu napi ditahan pada berbagai rumah tahanan di Brasil. Berdasarkan laporan Kementerian Kehakiman Brasil, mayoritas narapidana merupakan kaum kulit hitam.

 

Brasil merupakan negara keempat dengan populasi narapidana terbesar setelah Amerika Serikat, China, dan Rusia.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline