Aktual, Independen dan Terpercaya

Inilah Pasukan TNI Penjaga Perdamaian Dunia

Pasukan-Kopassus.jpg
(INSTAGRAM INDONESIAN MILITARY)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE - Pasukan TNI tidak hanya pasukan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tapi juga aktif menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil di berbagai kawasan konflik di dunia.

 

Hingga kini, sebanyak 30 ribu prajurit pernah dilibatkan dalam misi damai PBB. Meskipun di negeri sendiri TNI kerap dikritik terkait kasus HAM.

 

Tahukah anda, Awalnya kontingen Garuda adalah sebuah tanda terimakasih Soekarno kepada dunia internasional yang telah mendukung kemerdekaan Indonesia. Namun sejak pertamakali bertugas pada 1957 dalam misi menjaga perbatasan mesir, TNI hingga kini sudah bertugas setidaknya dalam 70 misi perdamaian PBB.

 

Operasi mengawal perdamaian di Libanon pasca serangan Israel pada 2006 silam (UNIFIL) menjadi satu di antara operasi terbesar TNI di dunia internasional. Dalam misi itu, TNI menerjunkan 11 kontingen yang tergabung dalam kekuatan udara, laut dan darat.

Baca Juga: Begini Cara Kopassus Taklukkan Tentara Israel dalam Pembebasan Bocah Libanon

 

UN Friedenstruppen im LibanonDW.COM/UN PHOTO/PASQUAL GORRIZ

 

Tidak hanya prajurit pria yang terlibat dalam misi di Libanon itu, TNI tidak segan membawa para srikandinya, yakni prajurit perempuan, seperti Sri Sulistyo yang ditugaskan sebagai perawat di klinik UNIFIL di kota Taibe. Seluruhnya TNI menugaskan 13 perempuan untuk mengawal masa damai di Libanon.

 

UN Friedenstruppen im LibanonDW.COM/UN PHOTO/PASQUAL GORRIZ

 

Kontingen dari Pasukan Garuda yang paling spektakuler adalah kontingen 28H. Dalam misi tersebut TNI AL mengirimkan 107 prajurit beserta kapal fregat jenis terbaru milik TNI, KRI Bung Tomo-357, untuk mengawasi perairan Libanon.

 

UN Friedenstruppen Schiff vor der libanesischen KüsteDW.COM/UN PHOTO

 

Sebelumnya, TNI pernah menempatkan kapal korvet kelas Sigma buatan Belanda, KRI Sultan Iskandar Muda di Libanon. Dalam mencegah penyelundupan senjata oleh kelompok Hizbullah di Libanon, TNI bergabung dengan angkatan laut Jerman, Brasil, dan Turki.

 

UN Friedenstruppen im SudanDW.COM/UN PHOTO/ALBERT GONZALES FARRAN

 

Keputusan PBB untuk menunjuk Indonesia sebagai komandan baru angkatan laut UNIFIL untuk menggantikan Italia sempat ditentang oleh Israel. Pemerintah negeri Yahudi itu berdalih, sikap Indoensia yang menolak mengakui kedaulatan Israel bisa mempersulit kerjasama antara pasukan kedua negara di lapangan.

 

Misi TNI yang tak kalah pelik lainnya adalah misi mengawal perdamaian di kawasan Sudan. Kala itu, TNI diterjunkan di tengah kondisi Sudan yang remuk dihantam peperangan, Darfur (UNAMID).

 

Peperangan yang pecah antara pemerintah dan pasukan pemberontak telah menghilangkan nyawa dari setengah juta jiwa warga Sudan. Militer Sudan berulangkali melanggar resolusi PBB dengan melancarkan serangan udara yang kebanyakan menewaskan warga sipil.

Klik Juga: Inilah Pasukan Elit Indonesia yang Mematikan dan Dilupakan

 

Di Sudan, TNI/Polri bertugas mengawal bantuan kemanusiaan dan melindungi warga sipil dari pertempuran. Sekitar 800 pasukan yang dilengkapi dengan 24 Panser ANOA, 30 truk angkut dan 34 kendaraan ringan, di kirim pada 2015 lalu.

 

Kontingen yang dikirim tersebut adalah kontingen istimewa karena dididik secara khusus untuk mengemban misi damai di Darfur.

 

Selain ditugaskan mengawal pengiriman bantuan kemanusian, prajurit TNI dan anggota Polri juga ikut turun ke lapangan untuk membangun fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Lihat Juga: Yonko Paskhas 462, Batalyon Khusus TNI Satu-satunya di Riau

 

Bertugas di Darfur bukan tanpa bahaya. Sejak pertama kali diterjunkan, sudah sebanyak 192 prajurit UNAMID yang tewas saat bertugas.

 

Kontingen Garuda memang kerap ditugaskan dalam misi perdamaian PBB. Selain Darfur, TNI pernah mengirimkan kontingen besar ke Mesir, Kongo dan Kamboja.

 

Secara keseluruhan hampir 30.000 prajurit TNI pernah terlibat dalam misi menjaga perdamaian di seluruh dunia.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline 


Sumber: DW.com