Aktual, Independen dan Terpercaya
ÔĽŅ

Anton Sudjarwo, Jenderal Polisi yang Sangat Disegani Jenderal LB Moerdani

Jenderal-Pol-Anton-Sudjarwo.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)
ombudsman

RIAU ONLINE - Tahukah Anda, ternyata Panglima ABRI zaman dulu, Leonardus Benny (LB) Moerdani, yang sangat disegani kawan dan lawannya semasa menjadi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus), ternyata sangat hormat kepada seorang perwira polisi. 

 

Perwira tersebut kemudian menjadi satu-satunya Kepala Polri (Kapolri) dari jalur Brigade Mobile (Brimob), hingga kini tak pernah mampir ke korps elite Polri tersebut. 

 

Berkumis tebal dengan tubuh tinggi menjulang dan berbadan tegap, membuat laki-laki kelahiran Bandung, Jawa Barat ini, gampang dikenali banyak orang. Anton Sudjarwo, itulah nama polisi yang disegani oleh jenderal intelijen andalan Presiden Soeharto di awal-awal Orde Baru tersebut. 

 

Baca Juga: Tahukah Anda Asal-Usul Nama Indonesia? Begini Sejarahnya

 

Dalam buku, Resimen Pelopor, Peranan Pelajar Perang Kemerdekaan, diceritakan, Anton muda pernah angkat senjata sama seperti LB Moerdani, tergabung dalam Tentara Pelajar (TP), di daerah Kedu Selatan, Jawa Tengah. 

 

Awalnya, ia membentuk Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Cabang Purworejo. Dalam organisasi ini kemudian dibentuk bagian pertahanan lebih banyak berkiprah dalam pertempuran melawan Belanda.

 

Setelah pengakuan kedaulatan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB), Anton yang masih pelajar itu, melanjutkan pendidikannya hingga lulus SMA tahun 1952 di Magelang, Jawa Tengah, lalu melanjutkan ke Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus tahun 1954. 

 

Laki-laki kelahiran 21 September 1930 di Bandung, Jawa Barat ini merupakan Komandan Pertama Datasemen Pelopor, Brimob, sebelumnya bernama Batalyon Ranger. Batalyon Ranger sendiri dibentuk guna menanggulangi gerakan separatis dan pemberontakan di dalam negeri.

 

Saat menyandang pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Anton Soedjarwo masuk dan dilatih dalam bagian Batalyon Ranger juga angkatan pertama.

 

Klik Juga: Mengapa Miringnya Pemasangan Baret TNI, Polri, dan Pramuka Berbeda?

 

Pendikan Ranger dilaksanakan selama 22 minggu dan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama selama 12 minggu latihan di Posong dan tahap kedua adalah latihan di Watukosek, Jawa Timur selama 10 minggu.

 

Lazimnya sebuah pasukan, Ranger (Resimen Pelopor, Menpor) juga memiliki beberapa komandan legendaris disegani. Di antara para komandan legendaris ini, hampir seluruhnya memiliki pengalaman tempur di masa Perang Mempertahankan Kemerdekaan.

 

Anton juga yang memimpin langsung pasukan Ranger tergabung pada RTP I tahun 1962 dalam Operasi Trikora. Ia berhasil melakukan infiltrasi ke Irian Barat (Papua) melalui Pulau Gorom.

 

Jenderal polisi ini yang berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih tepat pada 17 Agustus 1962, di wilayah Rumbai, Irian Barat. Karier puncak Jenderal Anton Soedjarwo adalah sebagai Kapolri, tahun 1985. Sebelumnya, pada 1974, menjabat sebagai Komandan Korps Brimob. 

 

Karisma ayah dari sutradara kondang, Rudi Sudjarwo ini tidak hanya terbatas di kalangan Polri saja, melainkan juga di kalangan TNI. Satu di antaranya adalah Jenderal LB. Moerdani.

 

Lihat Juga: Wow, Sultan Siak Serahkan 13 Juta Gulden untuk Modal Indonesia Merdeka

 

Saat menjadi Panglima ABRI, LB Moerdani menghendaki agar kesatuan Brimob masuk menjadi bagian dari TNI AD, karena kualifikasinya sama dengan prajurit infanteri. Ide ini langsung ditolak oleh Kapolri pada saat itu.

 

LB Moerdani tidak mau berlarut-larut memaksakan ide ini karena menghormati Anton Soedjarwo yang sama-sama pernah menjadi Tentara Pelajar dan mempunyai Bintang Gerilya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline