Aktual, Independen dan Terpercaya


Wanita di Pedalaman Dibakar Hidup-hidup Usai Dituduh Penyihir

Hutan-Amazon.jpg
(THE GUARDIAN/PA)

RIAU ONLINE - Seorang wanita di pedalaman Peru dibakar hidup-hidup hingga tewas karena dituduh dituduh menjalankan praktik sihir.

 

Pihak berwenang Peru mengatakan wanita itu dibakar di api unggun oleh sebuah masyarakat adat di daerah terpencil hutan hujan Amazon.

 

Menurut Jaksa Peru, Hugo Mauricio, kelompok masyarakat adat Shiringamazu Alto menjatuhi hukuman kepada wanita yang diketahui bernama Rosa Villar Jaronca itu dengan membakar hidup-hidup hingga tewas.

 

Masyarakat adat menuduh wanita 73 tahun itu telah melakukan sihir terhadap seorang warganya hingga membuatnya sakit dan meninggal.

 

Villar dibakar hingga tewas pada 20 September 2016 lalu. Namun, kematiannya baru diketahui pemerintah akhir-akhir ini karena sulitnya menjangkau daerah komunitas itu yang berada di pedalaman hutan.

Baca Juga: Sadis, Wanita Ini Mengaku Penggal dan Masak Kepala Militan ISIS

 

Berdasarkan video rekaman melalui ponsel yang diperoleh dari saksi, kata Mauricio, Villar tampak dengan tangan terikat di tengah tumpukan kayu kering. Kemudian, seorang menyiraminya dengan bensin dan pria lainnya memantikan api. Api pun dengan cepat menjilati tubuh renta Villar. Villar terdengar menjerit.

 

"Wanita itu dibakar hidup-hidup karena masyarakat menuduhnya sebagai penyihir," kata Mauricio dilansir dari The Guardian, Jumat, 30 September 2016.

 

Menurut Mauricio, penduduk desa membakar tubuhnya di atas tumpukan kayu selama tiga haru untuk menghapus jejak pembunuhan itu, tapi pihak berwenang berhasil menemukan beberapat tulang. Saat itu, 20 petugas polisi dikerahkan menuju tempat kejadian dan kembali dengan membawa bukti yang berhasil mereka kumpulkan.

 

Selain itu, kata dia, pihak berwenang juga menemukan sebuah catatan yang ditulis tangan berisikan persetujuan untuk membakar Villar. Bukti itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa Villar dihukum berdasarkan suara mayoritas dan kesepakatan itu ditandatangani oleh tokoh masyarakat.

Klik Juga: Guru Besar Yahudi Ini Sebut Islam Agama Satu-satunya

 

Catatan itu menyebutkan hukuman akan dilakukan sebagai contoh kepada masyarakat lainnya untuk tidak melakukan perbuatan sihir yang membuat warga sakit. Hal ini mengacu pada tuduhan bahwa Villar telah membuat anggota komunitas sakit.

 

Menurut Mauricio, di jantung hutan basah Peru terdapat 300 komunitas pribumi di mana tuduhan penyihir adalah hal lazim. Pada 2015, seorang wanita hamil di komunitas lain juga dituduh sebagai penyihir dan dipukul hingga keguguran.

 

Dia mengatakan daerah terpencil langka dengan kehadiran pemerintah, sehingga penduduk tak dapat menjangkau akses hukum, pendidikan hingga kesehatan.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline