Aktual, Independen dan Terpercaya


Kembangkan Seni Teater, Disparekraf Riau Gelar Ajang Teater Sumatera

1.jpeg
INTERNET
ILUSTRASI Teater
ombudsman

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Malam pembuka AJang Teater Sumatera (ATS) I akan menampilkan Lembaga Teater Selembayung dari Riau dan Teater Satu dari Lampung, Jumat 16, September 2016.

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau Fahmizal Usman mengharapkan kedua grup teater tersebut dapat mengawali perhelatan teater tajaan Disparekraf Riau dengan manis.

 

Menurut Fahmizal, pihaknya cukup konsen melakukan upaya pengembangan seni pertunjukan, di antaranya dengan menggelar seni teater.

 

Dia mengatakan Perhelatan ini diharapkan menjadi spirit bagi pekerja teater di Riau, umumnya Sumatera untuk melahirkan karya-karya terbaik.

 

"Perhelatan ini diharapkan menjadi spirit bagi pekerja teater di Riau, umumnya Sumatera untuk melahirkan karya-karya terbaik," katanya Famizal melalui siaran pers yang diterima RIAUONLINE.CO.ID, Jumat, 16 September 2016

 

Di Riau, lanjut Fahmizal, pihaknya mengamati bahwa grup-grup teater senantiasa tampil secara mandiri dengan mengandalkan kekuatan mereka sendiri.

 

"Mereka mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat yang rela membeli tiket masuk. Dari sini, kami juga ingin berpartisipasi dan hadir untuk bersama-sama mengembangkannya," ungkap Fahmizal.

 

Fahmizal menyebutkan, ATS I telah mengundang enam grup, yakni lima asal Sumatera dan satu asal Bandung (Jawa Barat).

 

Grup-grup yang berpartisipasi itu antara lain; Lembaga Teater Selembayung, Teater Matan, Bulan Biru (Riau), Teater Satu (Lampung), Teater Sakata (Padangpanjang), dan Teater Payung Hitam (Bandung).

 

Perhelatan ATS I ini juga akan menggelar sarasehan dan diskusi kreatif yang diikuti 50 peserta dari perwakilan sanggar, sekolah, serta Universitas di Pekanbaru dan sekitarnya.

 

Menurut Fahmizal, para peserta diskusi kreatif akan terlibat aktif dengan tiga narasumber seperti Afrizal Malna, Putu Fajar Arcana, dan Marhalim Zaini. Diharapkan, ketiga narasumber dapat memompa semangat peserta diskusi untuk lebih aktif dalam kegiatan tanya jawab.

 

"Semua yang terlibat dalam sarasehan dan diskusi kreatif tersebut berjalan alot, santai dan menyenangkan. Diskusi kreatif diharapkan pula menginspirasi dalam gerakan kebudayaan dan kesenian, di Riau maupun Sumatera, bahkan Indonesia," tutup Fahmizal meyakinkan.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline