Aktual, Independen dan Terpercaya


Saat Disandera Tim KLHK Diintimidasi dan Diancam Akan Dibunuh Hingga Dibakar

Ilustrasi-Penyanderaan.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dicegat dan disandera oleh massa yang diduga dikerahkan PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) pada Jumat (2/9/2016) usai menjalankan menyegel kawasan hutan/lahan yang terbakar yang berada dalam penguasaan perusahaan itu di Rokan Hulu (Rohul).

 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menjelaskan saat penyanderaan di sebuah tempat tak jauh dari lokasi tersebut, tim KLHK didesak untuk menghapus foto-foto, video serta mencopot plang yang dipasang di lokasi Karhutla.

 

"Dalam sekejap, jumlah massa mencapai 50 orang," ungkap Menteri Siti melalui siaran pers yang diterima RIAUONLINE.CO.ID, Minggu, 4 September 2016.

 

Tim KLHK yang terus didesak terus melakukan negosiasi dengan massa. Tim menegaskan bahwa mereka tengah menjalankan tugas negara. Namun, massa tidak terima dan meminta tuntutan mereka segera dikabulkan. Tim di lapangan terus berkoordinasi dengan Dirjen Gakkum. Selama proses negosiasi tersebut, Dirjen Gakkum juga terus berkoordinasi dengan Menteri LHK.

Baca Juga: Begini Kronologi Penyanderaan 7 Pegawai KLHK Di Rohul

 

Akhirnya, demi keselamatan tim KLHK plang disepakati untuk dicabut, namun tim KLHK meminta pencabutan plang tersebut dilakukan oleh pihak penyandera. Begitu pula dengan foto-foto yang disimpan dalam kamera digital, semuanya dihapus dengan saksikan para penyandera.

 

"Namun data foto dalam kamera drone berhasil diselamatkan. Dari kamera drone inilah, bukti foto dan video luasan lahan yang terbakar, termasuk rumah pekerja (diklaim sebagai masyarakat) yang terbakar, berhasil didapatkan," kata Menteri Siti.

 

Selama proses negosiasi, menurutnya, tim KLHK diinterogasi dan mendapat berbagai intimidasi dan ancaman. Sementara jumlah massa semakin bertambah, diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang. Bahkan, penyandera mengancam tim KLHK akan dipukuli, dilempar ke sungai, dibunuh dengan cara dibakar dan ancaman lainnya.

 

"Jumlah massa terlihat dimobilisasi karena adanya pergerakan kendaraan yang membawa massa," kata Menteri Siti.

 

Selain itu, tim KLHK (Polhut) terus diprovokasi untuk menggunakan senjata. Menteri Siti Nurbaya terus berkoordinasi via telepon dengan Dirje Gakkum. Kemudian, Menteri Siti meminta tim KLHK yang tengah dikepung ratusan massa tersebut untuk tetap tenang, sabar dan tidak terprovokasi dengan mengeluarkan senjata.

Klik Juga: Massa Sandera 7 Pegawai KLHK di Rohul,Diindikasi Dikerahkan PT APSL

 

Menteri Siti mengatakan, memberi arahan kepada Dirjen Gakkum untuk berkoordinasi dengan Danrem sebagai Komandan Satgas Karhutla dan Kasrem. Usai mengabulkan tuntutan massa itu, negosiasi berakhir damai setelah pemuka kampung atau ninik mamak turun tangan.

 

Namun, damai hanya berlangsung sementara. Sekitar pukul 18.00 WIB, kata Menteri Siti, tim KLHK usai bersalaman dengan ninik mamak untuk berpamitan tim KLHK kembali di hadang ketika hendak keluar.

 

Gerombolan massa yang jumlahnya sudah mencapai ratusan itu mengancam akan membebaskan tujuh orang dari tim KLHK tersebut, jika Menteri Siti hadir di lokasi. Hingga kini, pihak terkait masih mendalami motif dan muatan yang membuat penyandera meminta mengahadirkan Menteri Siti Nurbaya.

 

"Situasi kembali memanas, tim KLHK kembali disandera gerombolan massa. Berbagai upaya negosiasi tetap gagal dilakukan," ujar Menteri Siti.

 

Kemudian, sekitar pukul 24.00 WIB, Kapolres dan timnya tiba di lokasi kejadian. Negosiasi kembali dilakukan hingga pukul 02.30 WIB dinihari, Sabtu, 3 September 2016.

Lihat Juga: Inilah yang Terjadi di Balik Foto Mesra Petinggi Polda Riau Bersama Bos PT APSL

 

Menteri siti menjelaskan negosiasi menghasilkan kesepakatan bahwa ketujuh tim KLHK dibebaskan namun kendaraan berupa dua unit mobil beserta barang-barangnya harus ditinggal di lokasi. Akhirnya tim beristirahat di kantor Polsek dan selanjutnya di evakuasi menggunakan trus Dalmas dengan pengawalan aparat kepolisian.

 

Pada Sabtu, 3 September 2016 pukul 07.00 WIB Menteri Siti berkoordinasi dengan Kapolda Riau. Selanjutnya, pada pukul 10.00 WIB Ketua Tim KLHK bersama Kapolres kembali bertemu penyandera untuk mengambil barang-barnag dan dua unit mobil yang masih tertahan.

 

"Setelah melakukan pembicaraan cukup panjang, akhirnya mobil dan barang yang masih ditahan oleh penyandera dapat dilepaskan," kata Menteri Siti.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline