Aktual, Independen dan Terpercaya

Ekspor Sektor Unggulan Riau Kembali Turun

Minyak-Kelapa-Sawit.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Nilai ekspor Sektor unggulan Riau antara lain Cruide Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah, minyak bumi dan gas, kertas dan bubur kertas tercatat turun selama Januari-Juli tahun ini dibanding tahun lalu.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO berdasarkan freight on board anjlok 20.31%. Nilai ekspor CPO mencapai USD 3,3 juta pada Januari-Juli 2016. Sedangkan tahun lalu, nilai ekspor mencapai USD4,2 juta. Riau merupakan daerah penghasil CPO terbesar di Riau dengan total produksi mencapai 6,5 juta ton per tahun.

 

Nilai ekspor minyak bumi dan gas tercatat anjlok 13,2%. Nilai ekspor di periode 7 bulan tahun ini hanya mencapai USD1,5 juta, turun dari periode tahun lalu yang mencapai USD2,2 juta. Riau memiliki 8 wilayah kerja (blok) migas yang dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia, PT Medco, PT Pertamina EP, BUMD PT Bumi Siak Pusako dan PT Sarana Pembangunan Riau.

Baca Juga: GAPKI: 15 Ribu Hektar Pohon Sawit Sudah Rentan Tak Berproduksi 

 

Sektor bubur kertas tercatat turun 5,6% dari tahun lalu. Nilai ekspor bubur kertas dari Januari-Juli tahun ini hanya mencapai USD3,3 juta turun dari tahun lalu yang mencapai USD4,2 juta. Namun, nilai ekspor kertas karton meningkat 4.5% selama delapan bulan (y o y). Tahun ini, nilai ekspor kertas karton mencapai USD749 ribu dan tahun lalu hanya USD715 ribu. Riau memiliki 2 industri pulp and paper yaitu Sinar Mas Group dan April Group.

 

Pakar Ekonomi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Joko SE M.Si mengatakan permintaan luar negeri cenderung melemah dan fluktuaktif. Hal ini sudah terjadi semenjak beberapa tahun yang lalu.

Klik JugA: Peremajaan Satu hektare Kebun Sawit Butuh Rp 25 Juta 

 

"Ketergantungan kepada pasar luar negeri membuat kinerja pengusaha dan perekonomian memburuk. Salah satu caranya mengatasinya yaitu pembangunan industri hilir," katanya, Kamis, 1 September 2016.

 

Selain membangun industri hilir, Joko mengatakan pemerintah perlu memberikan tata niaga yang pasti dan efektif agar distribusi sektor-sektor unggulan Riau bisa membaik. Salah satu caranya dengan membentuk dan merevisi regulasi-regulasi untuk mengatur tata niaga.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline