Aktual, Independen dan Terpercaya


Hebat, Begini Ketangguhan Pasukan Elite Marinir

Pasukan-Yontaifib.jpg
(SATUJAM.COM)
ombudsman

RIAU ONLINE - Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir adalah Satuan pelaksana di bawah kendali Pasmar-2. Dalam menjalankan tugasnya sebagai pengintai amfibi, para prajurit Taifin dituntut untuk memelihara dan meningkatkan kemampuannya.

 

Media cetak kemiliteran menyebutkan tidak mudah untuk menjadi seorang prajurit Taifib. Para prajurit Taifi harus melalui seleksi yang cukup ketat.

 

Pasukan Taifib jauh lebih kecil dibandingkan pasukan biasa atau reguler jika dilihat secara rasio. Sebab, prajurit Taifib dituntut untuk memiliki kecepatan dan kerahasiaan yang tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas khususnya.

 

Selain itu dalam hal keakuratan, keuletan, disiplin lapangan serta keberhasilan tugas juga menjadi tuntutan seorang prajurit Taifib.

 

Baca Juga: Tahukah Anda Asal-Usul Nama Indonesia? Begini Sejarahnya

 

Melalui beberapa tahapan, prajurit Taifib dididik dengan keras dan ketat. Setiap tahap ditujukan untuk mengukur tingkat kesiapan siswa untuk melanjutkan proses penggemblengan menjadi calon Prajurit Taifib.

 

Tidak seperti prajurit lainnya, Prajurit Taifib harus dilatih secara khusus melalui program yang ketat dengan tingkat resiko yang tinggi, yang dideskripsikan dalam program berupa pembinaan fisik yang keras.

 

Prajurit Taifib juga harus mengikuti pembinaan mental dengan tingkat stressing tinggi. Bahkan pembinaan berbagai keterampilan khusus pun dikondisikan seperti dalam tugas yang nyata, diantaranya kemampuan dalam laut, darat dan udara.

 

Klik Juga: Inilah Rahasia Prajurit Kopassus Tanpa Suara saat Sergap Musuh

 

Seorang prajurit Taifib harus mampu melaksanakan survival baik secara tim maupun secara individu, sebab jauh dari Induk Pasukan. Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan menghadapi tekanan mental di daerah penugasannya.

 

Seorang prajurit Taifib pun harus mempunyai kemampuan infiltrasi dan eksfiltrasi dari atau ke daerah musuh baik dengan melakukan freefall (teknik HALO dan HAHO), Stabo/Spie, berenang maupun menyelam. Mereka pun diwajibkan untuk memiliki kemampuan bawah air atau Combat Swimmer melalui peluncuran torpedo kapal selam.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline

 

Sumber: Angkasa.co.id