Aktual, Independen dan Terpercaya

Makan Ikan Laut dari Sumatera Utara, 35 Santri di Rohil Keracunan Makanan

warug-ijo.jpg
(Istimewa)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebanyak 35 santri Pondok Pesantren Al-Majidiyah, Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mengalami keracunan makanan.

 

Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas setempat, Selasa, 16 Agustus 2016. "Yang ikut makan ikan dan makanan sekitar lebih dari 200 santri, tapi mengalami keracunan 35 santri," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Rabu., 17 Agustus 2016. 

 

Dugaan sementara, kata Guntur, para santri keracunan ikan laut dari bebarapa makanan dihidangkan. Sebab, sekitar 20 kilogram ikan disajikan saat itu menjadi penyebab keracunan.

 

Baca Juga: Bukan Kesenian Melayu, Malah Barongsai Ditampilkan saat Penurunan Bendera Merah Putih

 

"Kita sudah mengambil sample ikan menjadi sumber keracaunan tersebut untuk dicek di BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan),"‎ kata mantan Kapolres Pelalawan ini.

 

Ia menjelaskan, ikan yang dimakan para santri dikirim dari Tanjung Balai, Sumatera Utara, untuk disantap bersama para santri.

 

"Usai memakan ikan itu, 35 santri mengalami muntah dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas Bagan Sinembah," jelasnya.

 

Klik Juga: Menteri Susi Beri Kado Terindah ke Indonesia, Tenggelamkan Puluhan Kapal Ikan Asing

 

Saat diselidiki polisi, pengurus pondok pesantren mengungkapkan tidak semuanya yang ikut makan ikan. Karena sebagian dari mereka hanya mencicipi kemudian bibir menjadi gatal. 

 

"Hingga saat ini, santri yang masih dirawat intensif sebanyak 7 orang, yang lain sudah dibolehkan pulang," pungkas Guntur.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline