Aktual, Independen dan Terpercaya

Di Negara Ini Pelanggan Pengguna Listrik Malah Dibayar

ILUSTRASI-LISTRIK.jpg
(INTERNET)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE - Jerman menjadi negara penghasil banyak listrik pada satu titik. Bahkan, pelanggan yang menggunakan listrik untuk sekedar menyalakan lampu mendapat bayaran.

 

Menurut laporan Quartz, sekitar 87 ppersen dari daya yang digunakan di Jerman berasal dari angin, matahari, air dan pembangkit listrik biomassa.

 

Dilansir dari National Geographic, Pada 2015, rata-ratanya ‘hanya’ 33 persen. Ada begitu banyak listrik yang diproduksi bahwa biaya listrik turun menjadi - AS$149 per megawatt jam, menurut Independent.

 

Penggunaan tertinggi dari energi terbarukan terjadi pada hari yang sangat cerah dan berangin, sedangkan penggunaan energi yang relatif rendah pada hari Minggu pagi. Selama lonjakan energi terbarukan, pembangkit tenaga listrik gas ditutup. Namun, pembangkit nuklir dan batubara terus beroperasi.

 

Saat itu, akan lebih murah bagi mereka untuk terus menghasilkan listrik daripada untuk berhenti selama beberapa jam, kemudian restart. Kondisi yang juga membuat warga Jerman ‘dipaksa’ menggunakan listrik, atau pemerintah harus mengeluarkan uang lebih besar sebagai biaya ‘restart’ pembangkit listrik.

 

Dengan terbarukannya energi maka ekonomi akan menguat secara besar-besaran. Jerman merupakan negara dengan ekonomi terbesar di dunia, adalah pemimpin dalam energi terbarukan meski hanya mendapatkan sinar matahari tahunan sebanyak Alaska.

 

Sementara, AS hanya menerima sekitar 13 persen dari enerdi dari sumber terbarukan setiap tahun. Jerman bertujuan untuk didukung oleh energi terbarukan 100 persen pada tahun 2050.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline