Berkata "Allah", Pasangan Muslim Diusir dari Pesawat

Pasangan-Muslim.jpg
(THE INDEPENDENT)

RIAU ONLINE - Seorang Muslim kembali menjadi sasaran Islamophobia di pesawat, yang berujung pengusiran dari pesawat.

 

Pasangan Muslim dari Ohio akan kembali usai menikmati liburan di Paris, Perancis. Faisal Ali dan Nazia Ali, di usia dari pesawat Delta Air Lines saat sudah sekitar 45 menit di dalam pesawat dan menunggu tinggal landas.

 

Sementara, seorang petugas polisi Perancis sedang menunggu mereka di luar gerbang pintu. "Saya takut, beberapa orang mengambil foto paspor kami dengan ponsel mereka," kata Nazia, seperti dilansir dari, The Independent, 5 Agustus 2016.

 

Faisal dan Nazia kemudian diinterogasi terkait kedatangan mereka ke Paris. Pasangan tersebut mengaku di Paris hanya untuk menikmati liburan singkat untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-10.

Baca Juga: Punya 27 Istri dan 145 Anak, Pria Ini Tolak Poligami Disahkan

 

Kemudian, pasangan yang tidak mengetahui alasan mereka diusir dari pesawat dinyatakan aman dan dibebaskan usai melakukan pemeriksaan oleh petugas.

 

Petugas Delta Delta Air Lines mengatakan pilot telah meminta mereka untuk meninggalkan pesawat karena seorang anggota kru merasa 'tidak nyaman' atas kehadiran mereka di pesawat.

 

Menurutnya, anggota kru mengaku melihat Nazia menyembunyikan telepon saat mereka berjalan dan terlihat berkeringat serta menyebut nama "Allah".

 

Kemudian, Nazia menjelaskan bahwa ia saat itu telah mengirim pesan kepada ibunya yang akan mejemputnya di bandara Cincinnati, setibanya mereka di Ohio dan memberi kabar bahwa ia dan suaminya telah naik pesawat.

Klik Juga: Tega, Ibu Bakar Bayinya di Oven

 

"Saya ingin segera naik pesawat. Saya tidak peduli tentang privasi saya, saya ingin kapten untuk melihat ponsel saya sehingga ia bisa melihat kami hanya mengirim SMS kepada orangtua kami," kata Nazia.

 

Faisal menambahkan, Nazia berkeringat mungkin karena sirlulasi udara yang buruk di pesawat, sebab belum lepas landas selama 45 menit.

 

"Kami hanya langsung ke terminal dan memersan tiket penerbangan pulang berikutnya. Mereka (petugas Delta) tahu kami tidak melakukan apa-apa dan kita tahu kita tidak melakukan apa-apa," ujar Nazia.

 

Pasangan yang sudah memiliki tiga anak yang masih berusia balita itu kemudian memesan kamar untuk menginap semalam di sebuah hotel dekat maskapai.

 

Namun, ternyata kecurigaan terhadap pasangan Muslim tersebut tidak berakhir sampai di sana. Keesokan harinya, mereka kembali diinterogasi oleh petugas imigrasi AS di bandara.

 

Naiza yang merasa tidak nyaman bertanya apakah mereka melakukan hal yang salah. "Anda tidak melakukan sesuatu yang salah, sayangnya ini adalah cara dunia sekarang," kata petugas imigrasi.

Lihat Juga: Kaget, Warga Heran Kok Bisa Bintang Film Dewasa Inggris Operasi Hidung di Iran

 

Meskipun Naiza masih merasa takut, mereka akhirnya naik pesawat. Dewan Hubungan Islam-Amerika, CAIR mengeluhkan tindakan yang mengarah sebagai bentuk diskriminasi itu kepada pihak Delta.

 

"Dengan menafsirkan tindakan sederhana dan normal menjadi sesuatu yang menakutkan dan mengancam, jelas Tuan dan Nyonya Ali diperlakukan buruk karena penampilan dan nama Muslim mereka," tulis staf pengacara CAIR, Sana Hassan dalam keluhannya.

 

Juru bicara Delta Air Lines, Morgan Durrant membantah dan mengatakan bahwa Delta mengutuk tindakan diskriminasi terhadap penumpang dalam bentuk apapun.

 

"Sebagai maskapai penerbangan global yang emmbawa ratusan ribu orang setiap hari, Delta sangat berkomitmen untuk memperlakan semua penumpang kami dengan hormat," ungkap Morgan.

 

Menurut Morgan, saat ini Delta terus melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut dan akan mengembalikan biaya penerbangan pasangannya Muslim tersebut.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline