Aktual, Independen dan Terpercaya


Soal tak Ada Menteri dari Riau, Syarwan: Kita Harusnya Malu Kalah dari Aceh dan Papua

sYARWAN.jpg
(INTERNET)
ombudsman

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di masa awal Reformasi, 1998-1999, Syarwan Hamid, mengatakan, tokoh-tokoh di Riau saat ini, sama sekali tak memiliki kepedulian terhadap Riau. 

 

Buktinya, perombakan kabinet yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, sama sekali tak mengakomodir putera terbaik Riau sebagai menteri dibandingkan provinsi tetangga, Sumatera Barat. 

 

"Tokoh Riau tak peduli. Saya mengimbau tokoh-tokoh Riau untuk merasa malu, mau saja dibohongi. Saatnya sekarang ambil sikap, bicara untuk kepentingan Riau lebih besar," kata pensiunan Letnan Jenderal (Letjen) TNI AD ini kepada RIAUONLINE.CO.ID, Kamis, 28 Juli 2016. 

 

Baca Juga: Kenapa Orang Riau tak Dilirik Jokowi Jadi Menteri? Inilah Alasannya

 

Bagi Kasospol ABRI di masa Presiden Soeharto ini, Riau kalah posisi tawarnya dibandingkan Aceh dan Papua. Setiap presiden yang berkuasa, selalu saja ada putera terbaik kedua provinsi ujung barat dan timur itu di kementerian. 

 

"Malu kita dibandingkan Aceh dan Papua. Setiap presiden berkuasan, selalu saja mereka diakomodir dengan menempatkan putera terbaiknya. Kalau Riau?," tanya Syarwan dengan nada menyindir. 

 

Syarwan Hamid merupakan orang pertama Riau yang menjadi menteri sejak Republik Indonesia Merdeka 1945. Ia menjabat sebagai Mendagri pada Presiden BJ Habibie, 1998-1999. Di masa Syarwan menjabat Mendagri, bermunculan ratusan daerah pemekaran di Indonesia, termasuk beberapa kabupaten dan kota di Riau. 

 

Klik Juga: Wow, Sultan Siak Serahkan 13 Juta Gulden untuk Modal Indonesia Merdeka

 

Usai Syarwan menjabat menteri, orang Riau yang menjadi menteri muncul kembali berselang sembilan tahun kemudian, 2007. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjabat Menteri Pengentasan Daerah Tertinggal (PDT) di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004-2009. 

 

"Sangat menyesalkan (ketidakpedulian) tokoh di Riau. Mereka tak acuh terhadap pemerintah pusat, tak ada representasi Riau di nasional. Kalau kampanye, Riau luar biasa, pusat berutang ke Riau," kata Syarwan Hamid mengingatkan janji Jusuf Kalla kepada Almarhum Tennas Effendy saat kampanye Pilpres 2014 silam, di Pekanbaru. 

 



Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline