Aktual, Independen dan Terpercaya

Riau, Provinsi yang Tak Siap Hadapi MEA

Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

Laporan: Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Provinsi Riau yang terletak pada posisi strategis dan kaya akan sumber daya alamnya, ternyata tak siap hadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). 

 

MEA diberlakukan sejak awal 2016 lalu memprioritaskan lima sektor di bidang perdagangan jasa dan tujuh sektor perdagangan barang.

 

"Menurut survei data terakhir, dari daya saing dimiliki Provinsi Riau ‎menghadapi MEA berada pada peringkat 16. Berarti ada 15 provinsi lebih siap dari Riau ini," kata Ketua Panja DPR RI Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Juliari Batubara, Rabu, 27 Juli 2016, di Auditorium Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau.

 

Menurut Juliari, permasalahan dihadapi Provinsi Riau ini terletak minimnya Sumber Daya Manusia (SDM). "Jadi Provinsi Riau harus meningkatkan kemampuannya terutama kemampuan SDM dalam menghadapi MEA ini," sarannya. 

 

Baca Juga: Wow, Sultan Siak Serahkan 13 Juta Gulden untuk Modal Indonesia Merdeka

 

Disamping itu, tuturnya, pemerintah pusat seharusnya juga memahami permasalahan terjadi di tiap-tiap daerah terkait MEA ini. Tujuannya, agar memberikan manfaat positif bagi perekonomian Indonesia khususnya Provinsi Riau.

 

"Itu penting, karena agar kita tidak hanya sekedar menjadi pasar tetapi sebaiknya menjadi pemain dan bahkan bisa memasuki pasar mereka dengan lebih baik," pungkasnya. 

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline