Inilah Ide Dibalik Gerakan Koin Rp1000

Ilustrasi-Koin.jpg
(OKEZONE.COM)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

Laporan: Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Penggerak Gerakan Koin Rp 1.000, Ahmad Effendi sebagai simbol agar pembangunan jembatan di Kabupaten Bengkalis dapat terealisasi menceritakan ide awal yang mendorongnya melakukan gerakan koin Rp 1.000 tersebut.

 

Ahmad mengatakan mulanya ia teringat dengan kalimat yang sampaikan Mantan Bupati Kabupaten Bengkalis, Syamsurizal yang menyebutkan "dengan membangun jembatan antara Pulau Bengkalis dengan Pulau Padang, Pulau Padang dengan dasar Sumatera dekat dengan Sungai Apit".

 

"Yang pertama saya teringat ucapan Mantan Bupati Kabupaten Bengkalis pak Syamsurizal merangkai pulau dengan membangung jembatan. Antara pulau Bengkalis dengan pulau Padang, pulau Padang dengan dasar Sumatera dekat Sungai Apit," ‎ucapnya kepada RIAUONLINE.CO.ID, Senin, 25 Juli 2016.

 

Kemudian, ia teringat dengan janji Annas Maamun dan Arsyadjuliandi Rachman sewaktu berkampanya menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang akan membangun jembatan di Kabupaten Bengkalis. Namun hingga kini Arsyadjuliandi Rachman menjabat sebagai Gubernur Riau, janji itu tak kunjung terealisasi.

 

"Saya ‎masih terngiang-ngiang di telinga ini sewaktu calon Gubernur yang kemaren yaitu pak Annas Maamun yang sekarang ditimpa musibah bergadengan dengan pak Andi Rachman saat mereka berkampanye. Pak andi yang sekarang menjabat saya rasa merasa bahagia dengan masyarakat disini karena merupakan bagian dari visi dan misi mereka sebelumnya membangun jembatan waktu kampanye dan itu janji mereka. Mungkin saat ini dia sudah lupa wacana itu dan kembali kita angkat karena peran pembangunan harus ada dari tiga unsur yakni pemerintah, swasta dan masyarakat," tambahnya.

 

Selanjut, Ahmad juga terinspirasi oleh kekecewaan dari seorang temannya di Akun‎ Facebook pribadinya yang kecewa terhadap penyeberangan antara Sungai Apit dan Sungai Pakning menuju di Kabupaten Bengkalis yang memakan waktu cukup lama.

 

‎"Selanjutnya dari akun facebook. Disana ada Teman saya yang bernama Andika Sakai menyampaikan kekecewaannya terhadap penyebrangan RoRo yang ada di Kab. Bengkalis antara Sungai Pakning menuju Kab. Bengkalis yang cukup memakan waktu.

 

Lalu, Andika mengajak Ahmad mengumpulkan koin untuk membangun jembatan tersebut.

 

"Saat itu dia mampu membaca kondisi dilapangan sedangkan saya tidak tahu sama sekali. Tetapi ketika dia menyatakan sikap 'kita kumpul koin yuk untuk membangun jembatan' dan saya menyambutnya dengan suka cita," ucapnya mengulang kembali obrolan mereka yang saat itu terjadi pada 18 Juli 2016.

 

Mereka akhirnya bertemu di Bengkalis. Pertemuan itu membuat Ahmad berpikir untuk membuat aksi kumpul koin Rp 1000 di kediamannya.

 

"Jadi saat dia melontarkan koin RP 1000 itu langsung saya menyambutnya. Akhirnya saya bertemu dengan beliau di Bengkalis. Setelah terjadi pertemuan di Bengkalis saya minta izin sama beliau. 'Andika, izinkan saya menggerakkan apa yang awak idekan.' Siap Kanda, silahkan. ' Sepertinya mungkin dia percaya penuh kepada saya dan langsung saya membentuk diri saya sendiri sebagai kordinator terhadap diri ini hari itu juga," tutupnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline